Pertama di NTT
Pelajar SMP Santa Theresia Dibekali Pendidikan Karakter
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- "Saat ini telah terjadi degradasi karakter. Nilai-nilai kehidupan terutama etika sudah luntur. Karena itu sekolah menyelenggarakan pendidikan ini (karakter) karena sangat mendasar."
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- "Saat ini telah terjadi degradasi karakter. Nilai-nilai kehidupan terutama etika sudah luntur. Karena itu sekolah menyelenggarakan pendidikan ini (karakter) karena sangat mendasar."
Kepala SMP Santa Theresia-Kupang, Suster Maria Antonia Mamo, SSpS, mengatakan hal ini ketika ditemui Pos Kupang di sekolah itu di Belo, Jumat (22/7/2011). Kegiatan ini dimulai hari Kamis (21/7/2011) akan berakhir hari ini, Sabtu (23/7/2011).
Menurut dia, saat ini manusia telah kehilangan kepribadian yang sesungguhnya. Manusia tidak tahu lagi mana hal yang baik dan buruk. Atas argumentasi itulah ia mendatangkan dua dosen Unwira sebagai trainer, yakni Drs. Kasimirus Kolo dan Kornelis Bria untuk menatar 132 anak.
Pendidikan karakter ini kata Suster Maria, akan di-follow up dengan membentuk kelompok-kelompok di kelas. Tujuannya adalah untuk mengembangkan tujuh karakter dasar pembentukan kepribadian siswa.
Suster Maria mengatakan, pendidikan ini pada intinya mendesain karakter anak setelah menamatkan pendidikan di SMP Santa Theresia, memiliki kematangan karakter yang kristiani, terutama meneladani Santa Theresia sebagai pelindung sekolah.
“Santa Theresia itu punya karakter yang sempurna. Ia selalu mendengar, sederhana, rendah hati, rela berkorban, bertanggung jawab, taat dan pendoa. Inilah spiritualitas Santa Theresia. Hal lain yang hendak ditanamkan adalah disiplin, takut akan Tuhan, humaniorita dan solidaritas,” katanya.
Pada prinsipnya Suster Maria mengatakan bahwa lembaga pendidikan dan asrama yang sudah dibangun itu bertujuan untuk melembagakan nilai-nilai karakter, kebaikan, disiplin dan kemandirian.
Meski demikian Suster Maria mengatakan, pendidikan karakter tak hanya menjadi tugas sekolah, namun peran orang tua menjadi dasar pembentukan nilai-nilai kehidupan.
Trainer Kasimirus Kolo pada kesempatan itu mengatakan, SMP Santa Theresia-Kupang merupakan lembaga pendidikan pertama di NTT yang mulai melaksanakan program ini setelah pencanangan Gerakan Nasional Pendidikan Karakter oleh Menteri Pendidikan Nasional (2010) dan pencanangan oleh Presiden SBY tahun 2011.
Selama dua hari “mengasuh” materi ini Kasimurus mengatakan anak-anak mengalami banyak perubahan. Pada hari pertama pengenalan, ia melihat masih banyak anak yang “tak tertib”. Pada hari kedua kata mantan Pembantu Rektor III Unwira, ini banyak kemajuan yang terlihat. Anak-anak mampu menyerap materi dan bisa mengkomunikasikan dengan baik. Apalagi materi yang disajikan diselingi dengan game-game sehingga kelas menjadi sangat dinamis.
Sedangkan instruktur lain, Kornelis Bria mengatakan, terjadinya kemerosotan moral bangsa karena beberapa faktor, di antaranya aspek filosofis dan pandangan terhadap nilai-nilai keagamaan.