Breaking News:

(Sebuah Refleksi Menjelang Hari Anti Narkoba)

Hidup Sehat Tanpa Narkoba

SETIAP tanggal 26 Juni diperingati sebagai Hari Anti Narkoba Internasional (HANI). Perayaan atau Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional biasanya diisi dengan berbagai kegiatan yang mengarah pada upaya sosialisasi dan pencegahan terhadap bahaya narkoba.

Oleh Dra. Bernadeta Meriani Usboko, M.Si, Warga Perumnas Kota Kupang, Pemerhati Masalah Narkoba

SETIAP tanggal 26 Juni diperingati sebagai Hari Anti Narkoba Internasional (HANI).  Perayaan atau Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional biasanya diisi dengan berbagai kegiatan yang mengarah pada upaya sosialisasi dan pencegahan terhadap bahaya narkoba. Namun seiring dengan itu, peredaran gelap narkoba semakin memrihatinkan  dan dapat mengancam masa depan generasi penerus bangsa.  Perang terhadap narkoba harus terus digalakkan dan menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa, mulai dari dalam keluarga dengan penanganan yang terpadu dan komprehensif.

Thema peringatan tahun ini: "HIDUP SEHAT TANPA NARKOBA"  adalah merupakan suatu bentuk  ajakan agar hidup sehat dan  benar  dalam keluarga dan masyarakat.  Hidup sehat dan benar adalah hidup sesuai dengan tata aturan dan ajaran agama yang dianut. "Jagalah dirimu, supaya hatimu tidak sarat dengan pesta pora dan kemabukan serta kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan tiba-tiba jatuh ke atas  dirimu seperti suatu jerat" (Lukas, 21:34). Ayat ini mengajarkan, agar kita hidup dalam  kewaspadaan,  jangan berbuat kerusakan dan kejahatan, serta menjauhi mabuk (termasuk mengonsumsi narkoba).

Narkoba (Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lainnya) adalah  zat-zat kimiawi yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia, baik ditelan, dihisap melalui mulut dihirup melalui hidung maupun disuntik melalui urat darah. Zat-zat kimia itu dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan dan perilaku seseorang. Pemakaian yang terus menerus akan mengakibatkan ketergantungan fisik dan atau psikis. Risiko yang pasti terjadi adalah kerusakan pada system syaraf dan organ-organ penting lainnya seperti jantung, paru-paru dan hati.   

Hasil penelitian  BNN kerjasama dengan UI menunjukkan bahwa dalam setahun orang meninggal dunia akibat narkoba berjumlah 15.000 orang  atau 45 org/hari, 40% atau 8.795 orang terinfeksi HIV/AIDS  melalui jarum suntik. Saat ini peredaran gelap narkoba di Indonesia semakin marak  jumlah pengedar  23. 204  orang dan  Jumlah pemakai 3,3 juta orang sedangkan pecandu  1,99% dari jumlah penduduk.   

Data BNN Tahun 2011 menunjukkan bahwa Provinsi NTT menempati ranking ke 22 dari 33 provinsi dalam hal  Pemakai/konsumsi Narkoba (Demand Reduction) dengan jumlah pemakai narkoba  sebanyak  52.708 orang atau 1,70%;  dan ranking ke 27 sebagai pengedar narkoba (Supply Reduction) dengan jumlah tersangka  sebanyak 84 orang.

Sebagian besar korban penyalahgunaan narkoba berusia 15 sampai dengan 25 tahun, dengan kecendrungan jumlah korban semakin meningkat dari tahun ke tahun.  Semakin banyak remaja yang memulai perkenalannya dengan narkoba pada usia  kurang dari 10 tahun  dan umumnya dimulai dengan kebiasaan menghisap rokok sejak dini.  Remaja yang merokok empat kali lebih rawan menggunakan narkoba dari yang tidak merokok.  

Mengapa Remaja Rawan Memakai Narkoba?

Masa remaja adalah masa untuk mencari identitas diri dan merupakan masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, baik secara biologis maupun psikologis dan social.   Para remaja kita terjerumus Narkoba umumnya karena belum  memiliki pengetahuan yang benar  dan jelas tentang narkoba, tidak  memiliki keterampilan dan ketahanan diri untuk mengatasi masalah dan selalu tidak/belum berada dalam lingkungan yang positif serta lemahnya keimanan Umumnya penyalahgunaan  narkoba dengan berbagai alasan seperti;

(1) Mencari pengalaman yang menyenangkan, mereka ingin mencari sensasi, ingin tahu,  ingin merasa nyaman dan gembira,  ingin sesuatu yang baru yang menggairahkan dan menyerempet bahaya, untuk menghilangkan perasaan jenuh dan bosan.  (2) Mengatasi stress, narkoba memberi perasaan lari dari masalah yang dihadapi dan mengubah suasana hati. Mereka memakai narkoba agar merasa rileks atau tenang dari situasi yang menegangkan.   (3). Menanggapi pengaruh social. Memakai narkoba menjadikan remaja semakin keren, tampak jantan, dan dewasa,  ingin diterima dan diakui oleh kelompok sebayanya.  

Sebenarnya, kebutuhan akan pemakaian narkoba tidak akan ada, bila orang dapat memenuhi kebutuhan akan rasa nyaman, santai, bahagia dan kepuasan emosional lainnya, dengan berbagai cara yang wajar dan sehat.  Jadi: "Mereka yang mampu memenuhi kebutuhan hati dan bathinnya dengan cara-cara yang bermanfaat, lebih kecil kemungkinan terlibat penyalahgunaan narkoba, dari pada mereka yang tidak terampil mengelola kehidupannya.

Dampak/gejala penyalahgunaan narkoba adalah sebagai berikut: 1. Ganja: Sulit berkonsentrasi, berakhir dengan kebodohan, gerakan lambat, gangguan persepsi dan berpikir, rendahnya keseimbangan, depresi, rendahnya keseimbangan,  motivasi rendah;  2. Kokain: Memacu detak jantung, berakhir dengan gemetar, mudah marah, tersinggung, sedikit agresif, pandangan kabur, menghayal dan halusinasi, berakhir dengan over dosis yang mengakibatkan kematian;

3. Black Heroin: Kehilangan rasa percaya diri hingga tidak mempunyai keinginan untuk bersosialisasi, waswas dan penuh kecemasan, tidak bergairah;   4. Ekstasi: Kerusakan ginjal, hati dan otak, menggigil disertai keringat dan gemetar, berakhir dengan muntah-muntah selanjutnya bisa kehilangan ingatan dalam jangka waktu lama, berakhir dengan over dosis yang mengakibatkan kematian;  5. Ketamin: Sulit tidur, kejenuhan, depresi dan sering menguap;  6. Shabu: kelelahan, lapar, cemas, depresi, marah dan susah tidur; 7. Inhalant (lem): Kerusakan pada organ ginjal, hati, otak dan paru-paru disertai dengan batuk parah, mimisan, sulit berpikir dan hilang ingatan.

Upaya Pencegahan  
Kita harus berperang melawan narkoba. Apa yang harus dibuat? Untuk mencegah bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, maka tiga (3) langkah penting yang dapat dilaksanakan dalam upaya pencegahan adalah: (a) Pencegahan Primer, yakni memberikan informasi tentang pengetahuan, efek, ancaman hukum dan upaya pencegahan kepada  remaja, lembaga pemerintah dan swasta, masyarakat, membentuk Kelompok Anti Narkoba (KAN) di lingkungan masing-masing, menciptakan kegiatan produktif dan religius melalui kegiatan  Penguatan dalam:  keluarga (keteladanan orang tua), di bidang pendidikan (menetapkan kebijakan kurikulum pendidikan, pencegahan penyalahgunaan narkoba),  tokoh masyarakat (mengadakan pengamatan lingkungan), Pembinaan Umat.  Penguatan Aparat Hukum: dan Penguatan di bidang Media Massa yakni memberi informasi secara benar dan akurat tentang narkoba.    (b) Pencegahan sekunder yakni mengobati/intervensi kepada pemakai agar tidak lagi menggunakan Narkoba;  (c) Pencegahan tersier  yakni merehabilitasi penyalahgunaan Narkoba.

Demikian pula strategi  pencegahan dapat dilakukan antara lain melalui: 1) Strategi Pre-emptif  yakni upaya untuk menghilangkan atau mengurangi faktor-faktor  yang menjadi pendorong timbulnya kesempatan atau peluang untuk melakukan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba melalui   kegiatan dengan menciptakan kesadaran, kepedulian, kewaspadaan, dan daya tangkal masyarakat  agar terbina kondisi serta perilaku hidup sehat tanpa narkoba; 2).  Strategi promotif  yakni upaya yang dilaksanakan melalui kegiatan pembinaan dan pengembangan lingkungan bebas narkoba, pembinaan dan pengembangan pola hidup sehat, beriman, kegiatan positif produktif konstruktif dan kreatif;  3) Strategi  KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) yakni kegiatan pencegahan yang  diarahkan terutama kepada generasi muda seperti anak, remaja, pelajar, pemuda dan mahasiswa).   

 Sehubungan dengan itu, agar terbebas dari masalah narkoba maka langkah penting yang perlu dilakukan adalah tingkatkan keimanan, tingkatkan pengetahuan, belajar memahami menyikapi  persoalan serta bina hubungan yang harmonis dengan berbagai elemen masyarakat. Berani  berkata TIDAK pada NARKOBA;  milikilah cita-cita  hidup sehingga hidup memiliki arah;  melakukan kegiatan yang positif; dan yang paling utama dekatkan diri kepada Tuhan dan tanamkanlah kesadaran hukum.  Hiduplah secara sehat dan benar!!!

"Narkoba hanyalah racun yang menghancurkan masa depan Generasi Muda." *
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved