Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Eugenius Moa

Anak-anak Baru Masuk Sekolah

LEWOLEBA, POS-KUPANG.Com -- "Anak-anak baru kembali ke sekolah. Sebelumnya mereka tak masuk sekolah. Selama lokasi belum dibayar kemungkinan pemilik lahan tidak mau membuka palang bambu."

LEWOLEBA, POS-KUPANG.Com -- "Anak-anak baru kembali ke sekolah. Sebelumnya mereka tak masuk sekolah. Selama lokasi  belum dibayar kemungkinan pemilik lahan tidak mau membuka palang bambu."

Kepala Desa (Kades) Roho, Andreas Loing Lating, mengatakan hal tersebut, ketika ditemui wartawan Pos Kupang.Com, di  Kampung Roho, Senin (9/5/2011).

"Tanah itu milik Adam Malik," ujar Ketua Komite SMPN II Buyasuri, Nikolaus Nale Leuweheq. Dia juga mengatakan para orang tua siswa sudah protes saat sekolah meliburkan anak-anak mereka selama satu minggu.

Ketika didatangi Pos Kupang.Com, Kepala Desa Roho bersama BPD, tokoh masyarakat  dan pemilik lahan sedang membahas masalah ruas jalan ke sekolah yang juga dipersoalkan oleh pemilik lahan.

Para pemilik tanah merelakan lahannya untuk akses jalan ke sekolah itu. Namun ganti rugi lahan sekolah seluas 6.000 meter persegi belum ada titik terang.

Andreas menambahkan, ganti rugi lahan sudah dibicarakan  berulang kali antara pemilik lahan dengan pemerintah desa, kabag tata pemerintahan dan Asisten I Setda Lembata sebelum sekolah dibangun dengan sebagian dana bantuan Pemerintah Australia  dilaksanakan. Pemilik lahan minta ganti rugi Rp 100 juta  dan itu disetujui pemda.

Rencana semula sekolah ini dibangun empat tahun silam pada lahan milik Matheus Lea seluas 3.000 meter dengan ganti rugi Rp 100 juta. Namun lokasi sempit lalu dialihkan ke lahan milik Adam Malik.

"Harganya tetap Rp 100 juta dialihkan ke lahan lebih luas  6.000 meter. Tapi juga tak ada realisasinya malah  ditawar Rp 80 juta oleh bupati," kata Andreas.

Andreas mendesak pemda segera menyelesaikan pembayaran lahan sekolah agar siswa tidak jadi korban.

Disaksikan wartawan pada pintu gerbang sekolah yang terbuat  dari besi, dipalang sebatang bambu. Ruas jalan ke sekolah itu juga sebelumnya dipalang dengan dahan kayu oleh pemilik lahan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved