Laporan Kanis lina Bana
Jalan Benteng Jawa-Dampek Putus
BORONG, Pos-Kupang.Com -- Jalan raya jurusan Benteng Jawa-Dampek di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, lumpuh total akibat longsoran di lima titik di jalur tersebut.
BORONG, Pos-Kupang.Com -- Jalan raya jurusan Benteng Jawa-Dampek di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, lumpuh total akibat longsoran di lima titik di jalur tersebut.
Belum ada upaya perbaikan tanggap darurat untuk membersihkan material longsoran yang menutupi badan jalan itu.
Wakil Ketua DPRD Manggarai Timur, Wily Nurdin, menyampaikan hal itu kepada Pos Kupang di Borong, Senin (14/3/2011). Dia mengaku baru saja melakukan kunjungan kerja di wilayah itu.
Dia menceritakan, ada lima titik longsoran mulai dari Desa Golo Mangu hingga Golo Rentung. Kerusakan paling fatal terjadi di ruas Nanus Wae Paci. Di situ sepanjang 200 meter badan jalan tertutup material longsoran.
Selain itu, tanah mulai turun/anjlok karena beban material longsoran sangat banyak tertumpuk di badan jalan. Akibatnya jalur transportasi di wilayah itu lumpuh total.
Padahal jalur itu sangat vital bagi masyarakat, baik untuk distribusi sembako maupun untuk lalu lintas sehari-hari.
Wily menjelaskan, tingkat kerusakan jalur tersebut sangat fatal sehingga membutuhkan penanganan secepatnya. Jika tidak ada upaya perbaikan, maka jalur tersebut tidak bisa diperbaiki lagi.
"Makin lama beban jalan makin bertambah karena tanah turun. Beberapa badan jalan anjlok akibat longsoran," katanya.
Dia menjelaskan, upaya perbaikan jalur tersebut membutuhkan dana sedikitnya Rp 2 miliar. Diharapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) proaktif menyikapi kondisi ruas jalan tersebut.
Secara terpisah Kepala BPBD Manggarai Timur, Frans Malas, ditemui Pos Kupang di Borong, Senin (14/3/2011), membenarkan adanya kerusakan jalan Dampek - Benteng Jawa. Anggota BPBD Matim sudah melihat secara langsung tingkat kerusakan jalan itu. Hanya saja BPBD tidak bisa bekerja dengan baik sebab BPBD tidak memiliki fasilitas alat berat untuk gusur jalan itu.
"Kita hanya koordinasi dengan intansi terkait untuk penanganan darurat. Selama ini kami akui BPBD tidak maksimal karena memang fasilitas tidak ada," katanya. Dia minta BPBD tetap berusaha mengambil langkah untuk menyikapi bencana alam. (lyn)