Laporan Maxi Marho
Murid SD Dibius Pria Tak Dikenal
BA'A, Pos-Kupang.Com -- Rida Mariana Nalle (12), murid kelas VI SDI Lidamanu di Desa Mewain, Kecamatan Rote Barat Daya (RBD), Kabupaten Rote Ndao, tidak bisa bicara setelah dibius seorang pria tak dikenal, Rabu (9/3/2011) pagi sekitar pukul 06.30 Wita.
BA'A, Pos-Kupang.Com -- Rida Mariana Nalle (12), murid kelas VI SDI Lidamanu di Desa Mewain, Kecamatan Rote Barat Daya (RBD), Kabupaten Rote Ndao, tidak bisa bicara setelah dibius seorang pria tak dikenal, Rabu (9/3/2011) pagi sekitar pukul 06.30 Wita.
Rida dibius dalam perjalanannya ke sekolah. Saat ini korban sedang dirawat di RSUD Ba'a dan direncanakan akan dirujuk ke RSU Prof Dr WZ Johannes-Kupang.
Saat dibawa ke RSUD Ba'a, Rabu (9/3/2011) siang, Rida Mariana Nalle masih mengenakan pakaian seragam sekolah putih merah.
Rida didampingi Yuliana Nalle-Pandie, serta tetangga rumah. Karena korban tak bisa bicara, maka komunikasi dengannya menggunakan tulisan. Dia menulis pada kertas jika menjawab pertanyaan atau menyampaikan sesuatu kepada petugas medis atau orangtuanya.
Ot Mooy, keluarga yang juga tetangga korban, yang tinggal di RT 01, RW 01, Desa Mewain, Kecamatan RBD, ketika ditemui wartawan di RSUD Ba'a, Rabu (9/3/2011) siang, menceritakan, pagi itu Rida Mariana Nalle berangkat sendirian menuju ke sekolahnya di SDI Lidamanu. Saat melintas di jalan raya depan SMK Keperawatan Lidamanu, murid SD ini bertemu seorang pria mengendarai sepeda motor hitam. Pria itu mengenakan pakaian serba hitam serta mengenakan penutup wajah berwarna hitam seperti ninja.
Pria berpakaian serba hitam ini, kata Ot Mooy, mengatakan kepada Rida bahwa Rida adalah anaknya. Anak ini protes kepada pria itu dengan mengatakan bahwa orangtuanya ada di rumah.
Seketika itu, pria misterius ini mendekati Rida dan
menutup mulut anak itu menggunakan kain seperti hendak membiusnya. Selanjutnya, pria itu memberi Rida minum dua buah pil.
Setelah peristiwa itu, Rida Mariana Nalle tak bisa bicara karena mulutnya menjadi kaku dan sulit dibuka. Sementara pria berpakaian hitam itu langsung pergi meninggalkan anak tersebut.
Rida kemudian melanjutkan perjalannya ke sekolah. Hal yang dialami Rida ini membuat kepala sekolah, wali kelas dan guru-guru lainnya menjadi heboh.
Setelah itu Ance Haning Tomeluk, walikelas Rida membawa anak ini ke rumah orangtuanya, dan bersama ibu korban membawa Rida ke rumah sakit.
"Apa yang terjadi pada Rida Mariana Nalle ini diceritakan melalui tulisan di kertas. Kami tanya dan dia jawab dengan menulis di kertas karena tidak bisa bicara. Saat kejadian anak ini sedang berjalan sendiri sehingga tidak ada yang melihat," kata Ot Mooy.
Menurut Ot Mooy, pihak orangtua dan keluarga berharap Rida bisa disembuhkan. "Kemungkinan Rida akan dirujuk ke RSU Kupang karena tidak bisa ditangani di RSUD Ba'a," kata Ot Mooy. (mar)