Laporan Maxi Marho
Penumpang Melahirkan di atas Kapal
RENCANA Tuhan indah dan tepat pada waktunya dan sulit dicerna pikiran manusia. Itulah yang terjadi pada Frice Dethan-Manafe. Ibu hamil berusia 32 tahun ini melahirkan anaknya dengan lancar di atas dek Kapal Cepat Bahari Ekspres dalam pelayaran dari Pelabuhan Ba'a-Rote Ndao menuju Pelabuhan Tenau-Kupang, Rabu (16/2/2011) pukul 13.00 Wita.
RENCANA Tuhan indah dan tepat pada waktunya dan sulit dicerna pikiran manusia. Itulah yang terjadi pada Frice Dethan-Manafe. Ibu hamil berusia 32 tahun ini
melahirkan anaknya dengan lancar di atas dek Kapal Cepat Bahari Ekspres dalam pelayaran dari Pelabuhan Ba'a-Rote Ndao menuju Pelabuhan Tenau-Kupang, Rabu (16/2/2011) pukul 13.00 Wita.
Frice Dethan-Manafe adalah pasien yang dirujuk RSUD Ba'a ke RSU Kupang. Namun dalam pelayarannya ke Kupang bersama suaminya, ibu ini melahirkan dengan normal dan lancar di atas kapal.
Sebenarnya, bagaimana kondisi Frice Dethan-Manafe sehingga RSUD Ba'a tidak bisa memmbantu persalinannya? Apakah kondisinya cukup parah? Lalu mengapa ibu hamil ini bisa melahirkan dengan mudah di atas kapal ? Apakah ini karena faktor kemujuran bagi pihak kapal cepat Bahari Ekspress.?
Membawa penumpang yang sedang dalam keadaan sakit mungkin sering dilakukan Kapal Bahari Ekspress tapi membawa ibu hamil yang sedang sakit karena kesulitan melahirkan seperti Frice Dethan-Manafe tentu memberi kesan tersendiri.
Apalagi sejak ditandu ke atas kapal hingga kapal cepat mulai berlayar meninggalkan Pelabuhan Ba'a pukul 12.00 Wita, Frice selalu menjerit kesakitan dan sesekali menangis dan berteriak kesakitan.
Yermi Dethan (32), sang suami terlihat tenang menghadapi kondisi istrinya tersebut. Yermi Dethan duduk di atas tandu tempat tidur yang dibawa dari RSUD Ba'a yang menjadi tempat istrinya berbaring. Sesekali ia terlihat mengusap-usap kepala istrinya. Sementara penumpang kapal lainnya di dek hanya bisa memandang iba. Ikut mendampingi Frice, sang nenek dan dua bidan dari RSUD Ba'a. Bidan Fina mengaku bertugas mengantar pasien yang sedang sakit dan siap partus ini ke RSU Kupang.
Sekitar satu jam pelayaran dari Pelabuhan Ba'a dimana posisi Kapal Bahari Ekspress berada di sekitar Pulau Kambing hendak memasuki Selat Pukuafu (Lolok), kedua bidan terlihat mendekati Frice Dethan. Mereka kemudian membentang kain dibantu saudara pasien sehingga membentuk seperti kamar. Kain dibentang untuk melindungi Frice dari pandangan penumpang lainnya di kapal.
Ternyata apa yang dilakukan kedua bidan itu adalah untuk membantu persalinan Frice. Rupanya, kedua bidan ini terpaksa membantu persalinan karena kondisi Frice sudah siap melahirkan. Sekitar seperempat jam kemudian kain yang dibentang sebagai pelindung dari pandangan penumpang dibuka dan Frice Dethan sudah melahirkan seorang bayi perempuan.
Sesuatu yang menakjubkan. Frice Dethan melahirkan bayi dengan aman dan lancar. Seorang perempuan keluarga Frice menggendong bayi mungil itu. Beberapa saat kemudian, Frice sudah bisa tersenyum bahkan bisa menelpon meskipun masih dalam posisi berbaring dengan posisi kepala di pangkuan suaminya.
Beberapa penumpang kapal mengucapkan selamat kepada Frice dan kepada dua bidan dari RSUD Ba'a yang mampu membantu persalinan pasien. Apalagi proses persalinan berlangsung di atas kapal cepat yang terus bergoyang karena diterpa gelombang laut.
Kapten Kapal Cepat Bahari Ekspress, Dwi Kusno mengatakan kelahiran bayi di atas kapal yang dinahkodainya itu merupakan kejadian pertama. Dia menganggap itu sebagai berkat.
"Anak yang lahir di atas kapal akan mendapat sertifikat dari pemilik kapal dan selama hidup anak itu jika menumpang Kapal Bahari Ekspress gratis. Sebagai kapten kapal saya mengucapkan selamat kepada Yermi Dethan dan istri atas kelahiran putri mereka dengan selamat di atas kapal ini," katanya. (mar)