Laporan Petrus Piter
Warga Wanokaka Sepakat Potong 5 Hewan
WAIKABUBAK, Pos-Kupang.Com---Musyawarah besar (Mubes) masyarakat KecamatanWanokaka, Kabupaten Sumba Barat, Senin (7/2/2011) lalu, menyepakati jika ada kedukaan terkait orang mati maka paling lama tiga hari jenazah harus dikuburkan. Selain itu, hewan yang dibunuh dibatasi hanya 5 ekor, terdiri dari 3 ekor kerbau dan 2 ekor babi.
WAIKABUBAK, Pos-Kupang.Com---Musyawarah besar (Mubes) masyarakat KecamatanWanokaka, Kabupaten Sumba Barat, Senin (7/2/2011) lalu, menyepakati jika ada kedukaan terkait orang mati maka paling lama tiga hari jenazah harus dikuburkan. Selain itu, hewan yang dibunuh dibatasi hanya 5 ekor, terdiri dari 3 ekor kerbau dan 2 ekor babi.
Jika kesepakatan ini dilanggar maka yang bersangkutan akan dikenakan denda adat berupa uang Rp 5 juta dan memberi makan warga satu desa. Selain itu, dalam Mubes Masyarakat Wanokaka ini juga disepakati semua petani harus bekerja kebun, tidak boleh membakar padang, tidak boleh mencuri dan berjanji menjaga keamanan bersama-sama.
Kesepakatan itu dibuat dalam kerangka membangun kesepahaman dan niat bagaimana membangunan Wanokaka ke depan yang lebih baik. Karena itu kader-kader harus bangkit dan bersama-sama membangun daerah ini. Wanokaka maju sangat tergantung kemauan baik rakyat Wanokaka itu sendiri.
Demikian intisari hasil kesepakatan Mubes Masyarakat Kecamatan Wanokaka yang disampaikan salah satu putra Wanokaka, Marthen Ngailu Tony, di gedung DPRD Sumba Barat, Jumat (11/2/2011).
Anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar Daerah Pemilihan Wanokaka ini lebih lanjut membeberkan, seluruh masyarakat Kecamatan Wanokaka dengan kerelaannya datang mengikuti muyawarah tersebut guna menyatukan pandangan membangun Wanokaka ke depan menjadi lebih baik.
Menurut Marthen, kesepakatan bersama masyarakat Kecamatan Wanokaka itu dikukuhkan melalui acara ada 'Routa' atau sumpah adat yang wajib ditaati semua pihak. Karena itu, ia sangat berharap segenap komponen masyarakat Wanokaka dapat menjalankannya dengan baik, sehingga akan terjadi perubahan kehidupan ekonomi masyarakat Wanokaka menjadi lebih baik.
Pasalnya, selama ini usaha masyarakat terlihat berjalan sendiri-sendiri, gangguan keamanan cukup tinggi dan kurangnya kesadaran bersama membangun Wanokaka melalui program integratif partisipatif.
Keterpaduan program antara masyarakat, LSM dan pemerintah menjadi modal utama untuk mempercepat pembangunan ekonomi masyaraat Wanokaka. Namun yang terjadi masyarakat bekerja menurut kemauannya dan gangguan keamanan yang tinggi menyebabkan masyarakat malas berusaha seperti beternak, menanam sayur dan lainnya. (pet)