Laporan Maxi Marho
Break Water TPI di Rote Amblas
BA'A, Pos-Kupang.Com -- Elevasi break water (pemecah gelombang) di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Tulandale-Rote Ndao yang dikerjakan kontraktor PT Rimba Mas Indah dengan dana Rp 3,6 miliar lebih, amblas sekitar 40 centimeter (cm) akibat diterjang gelombang. Proyek ini masih dalam tahap pemeliharaan sehingga kontraktor harus memperbaikinya.
BA'A, Pos-Kupang.Com -- Elevasi break water (pemecah gelombang) di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Tulandale-Rote Ndao yang dikerjakan kontraktor PT Rimba Mas Indah dengan dana Rp 3,6 miliar lebih, amblas sekitar 40 centimeter (cm) akibat diterjang gelombang. Proyek ini masih dalam tahap pemeliharaan sehingga kontraktor harus memperbaikinya.
Demikian penjelasan Kepala Dinas (Kadis) Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rote Ndao, Jacob Doek, di ruang kerjanya, Rabu (26/1/2011).
Doek mengatakan akan memanggil kontraktor guna menyampaikan adanya penurunan elevasi break water tersebut agar diperbaiki.
Menyinggung adanya ombak yang tinggi akibat hujan disertai angin pada Senin dan Selasa (24-25/1/2011), sehingga kerusakan bisa dikategorikan force major, Doek mengatakan, pekerjaan proyek itu dilakukan sudah dengan perhitungan akan adanya gelombang atau ombak yang besar. Karena itu, pekerjaan sudah dirancang untuk menghadapi hal tersebut.
"Tidak ada force major atau bencana alam. Kontraktor harus memperbaiki pekerjaan selama masa pemeliharaan dan kami yakin hal itu mampu diselesaikan pihak kontraktor. Apalagi penurunan elevasinya cuma 40 centimeter," kata Doek.
Dia menegaskan, dirinya tidak ingin pekerjaan suatu proyek di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rote Ndao dilaksanakan dengan tidak bagus sehingga harus berurusan dengan aparat penegak hukum.
"Kita tegas dalam kaitan pelaksanaan proyek di dinas ini ," katanya.
Pernah diberitakan, proyek ini pernah diaddendum dua kali karena sampai batas akhir belum selesai dikerjakan. (mar)