Laporan Maxi Marho

Rumah Warga Metina Diterjang Gelombang

BA'A, Pos-Kupang.Com -- Warga yang bermukim di pesisir pantai Ba'a, ibukota Kabupaten Rote Ndao, panik akibat rumah mereka dihantam gelombang dasyat, Selasa (25/1/2011) siang hingga malam hari. Gelombang besar menerjang setelah terjadi hujan disertai angin kencang.

BA'A, Pos-Kupang.Com -- Warga yang bermukim di pesisir pantai Ba'a, ibukota Kabupaten Rote Ndao, panik akibat rumah mereka dihantam gelombang dasyat, Selasa (25/1/2011) siang hingga malam hari. Gelombang besar menerjang setelah terjadi hujan disertai angin kencang.

Pantauan Pos Kupang, Selasa (25/1/2011) sore, ombak di pantai Ba'a menghantam rumah warga di pesisir pantai Kelurahan Metina, terutama di seputaran Kelapa Satu, Jalan Pabean. Gelombang pasang juga menerjang gedung-gedung pertokoan di pesisir pantai wilayah Kelurahan Namodale. Bahkan, air laut mencapai badan Jalan Pabean.

Di Pelabuhan Ba'a, gelombang laut naik hingga sejajar dengan tinggi badan dermaga. Begitu pun di kompleks pertokoan air laut menerjang masuk  sampai melewati atap rumah toko (ruko).  Akibat terjangan gelombang dasyat ini, tembok bagian belakang Rumah Makan (RM) Kelapa Satu di ruas Jalan Pabean, Kelurahan Metina, rusak.

Warga pesisir pantai pantai terutama di seputaran wilayah Kelapa Satu terlihat ramai di jalan menyaksikan terjangan gelombang yang mengamuk hingga ke badan jalan raya.

Fatmawati, pemilik RM Kelapa Satu, ketika ditemui di
kediamannya, Selasa (25/1/2011) sore, mengatakan, tembok bagian belakang rumah makan miliknya rubuh setelah diterjang gelombang besar berulang kali.

"Ini kejadian alam jadi mau bagaimana lagi. Kita hanya
berharap pemerintah mau melihat kejadian ini dan membantu kami warga yang tertimpa musibah terjangan gelombang ini  karena banyak rumah warga yang diterpa gelombang besar," kata Fatmawati.

Sementara Keneng, warga Metina, mengatakan, selain RM Kelapa Satu, rumah miliknya pun diterpa ombak.
"Saat hujan angin yang terjadi sebelumnya, tembok penahan gelombang di wilayah Metin pun rusak diterjang gelombang. Kami berharap pemerintah membangun tembok penahan gelombang di pesisir pantai ini. Biar warga nyaman," kata Keneng.

Sebelumnya, tembok penahan gelombang sepanjang 150 meter di wilayah pesisir Kelurahan Metina, ambruk diterpa gelombang besar awal bulan ini.

Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning sudah turun ke lokasi kejadian untuk melihat dari dekat kondisi di lapangan, Sabtu (15/1/2011) siang.

Selain tanggul penahan gelombang, hujan deras disertai angin kencang juga membuat beberapa atap rumah warga di Kelurahan Metina, rusak. Warga langsung berusaha memperbaiki atap rumah mereka karena kondisi kerusakan tidak  parah. (mar)
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved