Laporan Maxi Marho

Drum Bensin Hilang di Selat Pukuafu

BAA, Pos-Kupang.Com -- Dua drum bensin tenggelam di Selat Pukuafu dalam pelayaran perahu pengangkut bensin menuju Pelabuhan Ba'a-Rote Ndao, Senin (10/1/2011). Dua drum bensin ini jatuh ke laut setelah tali pengikat drum putus diterpa gelombang dahsyat.

BAA, Pos-Kupang.Com -- Dua drum bensin tenggelam di Selat Pukuafu dalam pelayaran perahu pengangkut bensin menuju Pelabuhan Ba'a-Rote Ndao, Senin (10/1/2011). Dua drum bensin ini jatuh ke laut setelah tali pengikat drum putus diterpa gelombang dahsyat.

Karena gelombang yang tinggi, maka perahu pengangkut bensin tersebut berbalik arah  kembali menuju Pelabuhan Rakyat (Pelra) Namosain-Kota Kupang.

Perwakilan Agen Penyalur Minyak Subsidi (APMS) Niti Susanto di Rote Ndao, Martentje Suwongto ketika dikonfirmasi pertelepon ke HP-nya, Selasa(11/1/2011), membenarkan kejadian itu.

Sementara di Kota Ba'a dan sekitarnya saat ini terjadi  kelangkaan bensin karena belum adanya pasokan bensin dari Pertamina Kupang. Para pedagang bensin eceran  kehabisan stok bensin sejak sehari sebelumnya.

"Keadaan cuaca sudah demikian. Dan ini terkait iklim atau alam, jadi mau bagaimana? Dua perahu kami yang mengangkut bensin tidak bisa langgar Selat Pukuafu ke Rote Ndao. Bahkan dalam pelayaran, Senin (10/1/2011) siang, dua drum bensin jatuh ke dalam laut lalu tenggelam karena tali yang mengikat drum putus diterpa gelombang," kata Suwongto.

Menurut Suwongto, dua perahu miliknya dikerahkan untuk mengangkut puluhan drum bensin ke Rote Ndao, Senin (10/1/2011), namun saat memasuki Selat Pukuafu, dua perahu diterpa gelombang sehingga dua drum bensin dari salah satu perahu jatuh ke laut dan tenggelam. Perahu  terus diterpa gelombang sehingga terpaksa berbalik arah  kembali ke Pelra Kupang.

"Menurut karyawan saya yang ada di perahu, kalau perahu tetap
dipaksakan jalan, maka perahu tenggelam dan nyawa mereka terancam. Karena itu, mereka kembali ke Kupang dan baru akan berlayar ke Rote  membawa bensin setelah cuaca membaik," kata Suwongto.

Ditambahkannya, saat ini stok bensin yang masih ada di gudangnya tinggal empat drum sehingga sangat tidak cukup untuk melayani pembeli atau pemilik kendaraan di Rote Ndao. Karena itu, yang bisa ia lakukan saat ini hanya berharap adanya pengertian warga di Rote Ndao akan stok bensin tersebut.

"Selain cuaca tidak mendukung untuk membawa bensin ke Rote Ndao, kuota bensin untuk Rote Ndao tidak mencukupi bagi kebutuhan masyarakat di wilayah ini. Hal ini juga masalah sehingga setiap bulan selalu terjadi kelangkaan bensin di Rote.  Kami sudah mengusulkan kepada Pertamina Kupang, tapi belum ada jawaban," kata Suwongto yang mengaku sedang berada di Surabaya. (mar)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved