Breaking News

Laporan Kanis Lina Bana

Kepala SPP Mano Diseret ke Polisi

BORONG, Pos-Kupang.Com -- Tekad guru-guru Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Mano di Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur untuk mengusut dugaan penyimpangan keuangan di lembaga itu tidak main-main. Setelah melaporkan kasus itu ke DPRD Matim, para guru ini mendatangi Polres Manggarai, Senin (3/1/2011).

BORONG, Pos-Kupang.Com -- Tekad guru-guru Sekolah Pertanian  Pembangunan  (SPP) Mano di Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur untuk mengusut dugaan penyimpangan keuangan di lembaga itu tidak main-main.
Setelah melaporkan kasus itu ke DPRD Matim, para guru ini mendatangi Polres Manggarai, Senin (3/1/2011).

Kepada Pos Kupang dari Ruteng ke Borong, Albertus Jerinus,  salah seorang guru, menjelaskan, ada sembilan orang guru yang mendatangi Polres Manggarai.  Kedatangan mereka untuk melaporkan Plh Kepala SPPMano,  Sistus Mbalur, terkait pengelolaan keuangan di sekolah itu. Ada sebelas item pengelolaan keuangan yang harus dijelaskan secara transparan kepada para guru.

"Kami sudah serahkan laporan kepada polisi. Materi laporan seputar item pengelolaan keuangan. Anggota polisi yang menerima kedatangan kami menyampaikan laporan itu akan didisposisikan kepada Kapolres Manggarai, AKBP Hambali, untuk disikapi lebih lanjut," kata Albertus kepada Pos Kupang usai melaporkan kasus itu ke Polres Manggarai.

Dia menyebutkan, sembilan orang guru yang melaporkan dugaan penyimpangan keuangan di sekolah itu, yakni Gregorius Dili, SM, Damianus Hasan, Philipus Dos, Albertus Jerinus, Maria  P Laoth, Marinus L Lima, Honorius Heno, Markus Heong dan Yohanes Sehadus.

Sebelumnya, Albertus Jerinus dan Honorius Heno mengatakan, guru-guru mempertanyakan pertanggungjawaban keuangan itu bukan karena tendesi tertentu.  Mereka hanya ingin mengetahui secara transparan seluruh operasional pemanfaatan keuangan bantuan di sekolah itu.

Plh. Kepala SPP Mano,  Sistus Mbalur, SP yang dikonfirmasi Pos Kupang melalui telepon selulernya, Senin (3/1/2011), mengatakan, uang ada dan itu hanya mis-komunikasi saja.
Pengelolaan dana yang dipertanyakan para guru itu, antara lain dana dekon 2009 sebesar Rp 41.184.000, dana yayasan Supersemar Rp 18.000.000, dana UN 2009 Rp 56.500.000, dana PKU Rp 56.500.000, dana komite 2009 Rp 251.000.000, dana produksi cengkeh 2009 Rp 60.000.000, dana dekon 2010 Rp 90.000.000, dana P2KP 2010 Rp 100.000.000,
dana kontribusi PAD untuk daerah Matim tahun 2010 Rp 12.000.000, dana yayasan Supersemar 2010 Rp 18.720.000 dan dana produksi cengkeh 2009 Rp 13.000.000. Total dana yang harus dipertanggungjawabkan Plh Kepala SPP Mano sebesar Rp 716.904.000. (lyn)
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved