Laporan Maxi Marho
Pembunuh 4 Warga Rote Dilacak Pakai Satelit
BA'A, Pos Kupang.Com -- Pembunuh empat orang warga di wilayah Rote Ndao dalam bulan November 2010 akan diupayakan dilacak menggunakan satelit.
BA'A, Pos Kupang.Com -- Pembunuh empat orang warga di wilayah Rote Ndao dalam bulan November 2010 akan diupayakan dilacak menggunakan satelit.
Terkait upaya mengungkap pelaku pembunuhan yang menewaskan empat warga di Rote pada dua kejadian pembunuhan berbeda ini, Polres Rote Ndao, akan bekerja sama dengan Densus 88 Jakarta.
Demikian dijelaskan Kasat Reskrim Polres Rote Ndao, Iptu David Candra Babega, ketika ditemui di Mapolres Rote Ndao, Kamis (2/12/2010).
"Kita akan bekerja sama dengan tim Densus 88 dan penyelidik kepolisian akan memakai foto satelit dengan sistem google live untuk mencari tahu siapa pelaku pembunuhan saat kejadian di TKP (tempat kejadian perkara)," kata David Candra Babega.
Upaya kerja sama dengan Densus 88 Polri dan upaya melacak pelaku pembunuhan menggunakan sistem satelit karena pihak kepolisian saat ini menemui kendala dalam mencari tahu pelaku pembunuhan yang disebabkan tidak adanya warga yang menjadi saksi dalam dua kasus pembunuhan.
Apalagi selama ini kasus pembunuhan di Rote Ndao sulit terungkap karena tidak ada warga yang mau menjadi saksi, dan
pembunuhan terjadi saat korban sendiri dan tidak dilihat
orang lain.
"Di Rote Ndao warga enggan menjadi saksi dalam kasus
pembunuhan. Kami akan menggunakan foto satelit dengan sistem google live, sehingga bisa dilihat kembali saat kejadian itu pada waktu dan posisi letak TKP apa yang terjadi dan siapa saja yang ada di sana. Karena semua kejadian di bumi ini sudah direkam di satelit," kata Babega.
Babega yakin, dengan upaya ini kepolisian bisa mengungkap siapa pelaku pembunuhan yang terjadi di wilayah Rote Ndao. "Surat usulan kami ke Densus 88 sudah diajukan," kata Babega.
Diberitakan pula, seorang warga Kampung Oele-Dusun Hurulai, Desa Oeseli, Kecamatan RBD, Rote Ndao, yakni Johan
Henukh (51) tewas seketika di kediamannya, Selasa (9/2/2010) pukul 21.00 wita. Pria ini tewas akibat ditembak pakai senjata rakitan oleh orang tak dikenal. Kasus ini masih ditangani aparat Polres Rote Ndao tapi hingga saat ini tidak diketahui siapa pelaku yang menembaka hingga Johan tewas.
Selain itu, Syamsudin Made (50), warga Tondao-Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain, juga ditemukan warga dalam keadaan tak bernyawa di Kali Oele-dekat Pasar Keka di
Desa Dolehulu, Kecamatan Rote Selatan, Jumat (7/8/2009) pukul 05.30 wita. Diduga, pria yang berprofesi sebagai pedagang tembakau ini tewas dibunuh karena pada bagian kepalanya ditemukan ada luka bekas bacokan. Kasus ini ditangani aparat Polres Rote Ndao tapi hingga kini tidak diketahui pelaku pembunuh. (mar)