Lagi, Lubang Mangan Telan Nyawa Manusia
KUPANG, POS KUPANG.Com---Lubang galian mangan di Pulau Timor kembali telan nyawa penggali. Debora Pono Karu, warga Dusun I, RT 1 RW 1, Desa Nummafo, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang, tewas tertimbun tanah di lokasi penggalian mangan Oelnaimuti, Jumat (26/11/2010) sekitar pukul 08.00 Wita.
KUPANG, POS KUPANG.Com---Lubang galian mangan di Pulau Timor kembali telan nyawa penggali. Debora Pono Karu, warga Dusun I, RT 1 RW 1, Desa Nummafo, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang, tewas tertimbun tanah di lokasi penggalian mangan Oelnaimuti, Jumat (26/11/2010) sekitar pukul 08.00 Wita.
Debora tewas tertimbun tanah pada kedalaman sekitar lima meter lebih. Korban lainnya Viktoria Makal Mai, patah paha kaki kanan dan pinggang. Satu korban lainnya, Fred Pono, selamat dari runtuhan timbunan tanah. Saat tanah runtuh, Pono masih berada di permukaan tanah sekitar lubang penggalian mangan. Kedua korban menggali mangan di lokasi milik Hendrik Bait.
Suami korban, Yeremias Pono, ditemui di rumah duka, Jumat (26/11/2010) sekitar pukul 18.30 wita, menjelaskan, istrinya baru seminggu bekerja menggali mangan di Oelnaimuti. "Istri saya berangkat kerja sekitar jama enam pagi bersama Viktoria Makam Mai dan Fred Pono. Saya tidak tahun kejadiannya. Karena saat itu saya tidak bersama istri saya. Saya hanya mendengar dari warga kampung lainnya yang pergi bersama istri saya. Ketika tiba di lokasi jenazah istri saya sudah diangkat warga penggali mangan lainnya ke atas tanah," tutur Pono.
Pono menambahkan, saat berada di lokasi penggalian mangan, istrinya masuk dalam kelompok penggali mangan yang di pimpin Martinus Nunai. Saat ini Martinus Nunai berada di RSU- Johannes, menjaga Viktoria Makal Mai.
Timotius Pono dan Markus Tefbana, warga Desa Nunmafo, mengatakan saat kejadian mereka tidak ada di lokasi kejadian. Namun dari penuturan warga di lokasi kejadian, jelas Markus Tefbana, sebelum masuk ke dalam lubang, tanah di lokasi itu digali alat berat exavator. Alat berat ini terlebih dulu membuat lubang ke dalam tanah. Diduga sudah ada lubang lama yang kemudian digali lagi oleh exavator sehingga lubangnya bertambah dalam. Lokasi penggalian mangan ini berada pada kemiringan sekitar 70 derajat.
Setelah exavator membuat lubang, jelas Tefbana, para penggali mangan kemudian masuk ke dalam lubang untuk memungut mangan. Saat itu yang masuk lebih dulu ke dalam lubang, Debora Pono Karu (korban tewas), kemudian di susul Voktoria Makal Mai. Baru berada sekitar satu menit di dalam lubang, tiba-tiba tanah runtuh dan langsung menimbun korban.
Sementara Viktoria Makal Mai, saat tanah runtuh sebagian tubuhnya masih berada di permukaan tanah. Kondisi ini menyebabkan pinggang dan paha kanan Makal Mai Patah, karena tertimpa batu besar.
Saat ini Viktoria yang menderita keseleo paha kanan sedang dirawati di RSU Kupang. Yomina Makal Mai, kepada Pos Kupang di IRD Kupang, Jumat (26/11/2010) malam, menjelaskan, Viktoria sudah sepekan lebih berada di lokasi penambangan batu mangan milik Hendrik Mambait, sekitar 30 km dari Desa Nunmafo untuk menggali mangan bersama beberapa warga lainnya.
"Mereka sudah satu minggu dua hari di lokasi itu untuk menambang mangan. Lokasi itu sebelumnya sudah digali dengan menggunakan exavator sehingga sedikit menjorok ke dalam. Korban bersama beberapa warga sempat masuk ke dalam lokasi yang telah digali tersebut," katanya.
Korban Viktoria Makal Mai, kata Yomina, yang mengaku mendapat informasi dari beberapa warga yang berada di lokasi kejadian, sempat berusaha bangun dari duduk untuk menyelamatkan diri. Namun ketika berusaha menyelamatkan diri terjadi longsoran dan menimpa korban.(den/ben)
Korban Mangan di Timor Barat
* 17 AGUSTUS 2009: Daud Lomi Pita (48), warga RT 22/RW 06 Dusun C, Desa Tubuhue Kecamatan Amanuban Barat, TTS, meninggal akibat tertimbun galian mangan.
* 2 OKTOBER 2009: Dua warga Kelurahan Naioni, yaitu Simon Linsini dan Etri Linsini, tewas tertimbun tanah di lokasi penambangan mangan. Keduanya tewas saat sedang menggali batu mangan.
* 6 OKTOBER 2009: Empat penambang mangan di Kiumabun, Desa Oebola Dalam, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, tewas tertimbun ketika sedang menggali batu mangan. Empat warga itu adalah Melianus Bariut (51), Petrus Sabloit (38), Ambrosius Seran (11) serta Marice Ton (38).
18 OKTOBER 2009: Dua warga Desa Taaba, Kecamatan Weliman, Kabupaten Belu, yaitu Klara Abuk (50) dan Hans (30) tewas tertimbun tanah ketika menggali batu mangan di Tuataun, Kecamatan Feoana, TTS.
1 Desember 2009: Agustinus Sila (30), warga RT 09 Lingkungan II, Kelurahan Oelami, Kecamatan Bikomi Selatan, Timor Tengah Utara (TTU), tewas mengenaskan dalam lubang tambang mangan di kawasan Fatukoto. Sementara rekannya, Timotius Sali Lisu (29) sekarat dan dirawat intensif di Rumah Sakit Umum (RSU) Kefamenanu.
27 Februari 2010 -- Marsel Amnesi (30), warga RT 20/RW 2, tewas tertimbun longsoran tanah di lokasi penggalian mangan Oelnunfafi, wilayah Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang.
5 Mei 2010: Remon Aklili (8), murid kelas II SDI Oelusapi, Dusun III, Desa Poto, Kecamatan Fatuleu Barat, tewas tertimbun bongkahan tanah saat menggali batu mangan.
6 Juli 2010: Tiga warga TTU, Rosa Talan (31), Sius Talan (27), Lius Talan dan Beni Talan sekarat setelah tertimbun longsoran tanah saat mencari mangan. Keempat Talan bersaudara itu dilarikan ke RSUD Kefamenanu.
18 September 2010: Tiga perempuan kakak beradik, yaitu Agnes Natun (39), Yustina Natun (28), Filomena Natun (41), warga Letkase, RT 04/RW 02, Desa Persiapan Nian Timur, Kecamatan Miomafo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) tewas tertimbun longsor mangan.
1 Oktober 2010: Suami-istri, Martinus Tasik-Ny. Maria Bita Luan asal Tabean B, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, tewas di dalam lubang galian mangan di lokasi tambang yang dikelola CV Sakina Glori. (ati)