Laporan Petrus Piter
Harga Barang di Sumbar Naik Tajam
WAIKABUBAK, Pos Kupang.Com -- Harga barang- barang kebutuhan pokok di Sumba Barat, sekitar sebulan terakhir mulai naik tajam. Sebagian barang kebutuhan bahkan mulai langka di pasaran.
WAIKABUBAK, Pos Kupang.Com -- Harga barang- barang kebutuhan pokok di Sumba Barat, sekitar sebulan terakhir mulai naik tajam. Sebagian barang kebutuhan bahkan mulai langka di pasaran.
Di Pasar Waikabubak, misalnya, telur ayam sudah mulai langka sekitar seminggu terakhir. Sementara harga barang kebutuhan rata-rata naik. Gula pasir sudah meroket ke harga Rp 13.000/kg atau Rp 560.000 per 50 kg; merica Rp 75.000/kg, ketumbar Rp 46.000/kg, telur ayam Rp 32.000/rak, beras terendah Rp 7.500/kg, bimoli Rp 75.000/5kg, bawang merah Rp 30.000/kg dan bawang putih Rp 25.000/kg.
Harga kebutuhan pokok ini diperkirakan akan terus naik menjelang hari raya Natal dan tahun baru 2011.
Beberapa pedagang, Siti, Nuryam, Maman dan Amir yang ditemui di Pasar Inpres Waikabubak, Kamis (25/11/2010), mengatakan, hampir sebulan terakhir harga kebutuhan pokok cenderung naik mengingat hari raya Natal makin dekat.
Menurut mereka, pada bulan Desember nanti harga akan terus naik. Kanaikan harga antara lain disebabkan ongkos pengiriman barang dari Surabaya, Jawa Timur maupun dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Selain itu cuaca di laut tidak menentu menyebabkan pengiriman barang kadang tersendat, yang mengakibatkan stok barang di pasar berkurang bahkan habis.
Kondisi itu membuat beberapa stok kebutuhan pokok masyarakat menipis bahkan habis seperti telur ayam, bumbu dapur, gula pasir dan beras.
Menurut Siti, harga bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, dan lainnya serta gula pasir, minyak goreng dan beras mengalami kenaikan karena stok terbatas akibat pengiriman barang kurang lancar akibat cuaca buruk di laut.
Namun kata Siti, para pedagang terus berusaha mendatangkan barang kebutuhan pokok bagi masyarakat Sumba Barat, terutama memasuki hari raya nanti.
"Harga barang akan kembali normal setelah hari raya nanti. Umumnya barang kebutuhan masyarakat Sumba dan Sumba Barat khususnya dipasok dari Bima dan Surabaya. Jika pelayaran terganggu akibat cuaca buruk maka berdampak menipis persediaan sembako dan harga pasti naik," jelasnya. (pet)