Laporan Petrus Piter
Antrean Kendaraan Mencapai Satu Km
WAIKABUBAK, Pos Kupang.Com -- Antrean kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Waikabubak, mencapai satu kilometer. Kelangkaan BBM di daerah itu sekitar sepekan terakhir memicu naiknya harga BBM (khususnya bensin) di tingkat pengecer.
WAIKABUBAK, Pos Kupang.Com -- Antrean kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Waikabubak, mencapai satu kilometer. Kelangkaan BBM di daerah itu sekitar sepekan terakhir memicu naiknya harga BBM (khususnya bensin) di tingkat pengecer.
Sampai Rabu (24/11/2010), sejak pekan lalu, antrean panjang kendaraan masih terlihat di SPBU di Km 2 dan SPBU di Km 3, Waikabubak. Meski BBM sedang langka, pembelian menggunakan jerigen masih tetap dilayani. Sejumlah kendaraan, diduga antre mengisi BBM untuk dijual kembali.
Kondisi itu menyebabkan harga eceran bensin di lapangan naik menjadi Rp 15.000/botol dari sebelumnya Rp 7.000/botol-Rp 8.000/botol.
Seperti disaksikan Pos Kupang, Rabu (24/11/2010), panjang antrean kendaraan mencapai sekitar satu kilometer.
Edi Lodja, warga Desa Wairasa, Anakalang, Sumba Tengah saat ditemui sedang antre mengisi bensin di SPBU Km2, meminta pemerintah segera menertibkan pemilik mobil atau pun sepeda motor yang berulangkali datang mengisi BBM. Sebab mereka mengisi BBM untuk nanti dikeluarkan dan dijual kembali. Tak jauh dari areal SPBU terlihat puluhan jerigen berisi bensin siap dijual.
Para penjual bensin eceran ini berjualan sekitar areal SPBU dengan harga bensin Rp 10.000/setengah botol aqua besar. Pemerintah diminta segera menertibkan agar kelangkaan BBM tidak berkepanjangan dan meresahkan masyarakat.
Edi Lodja meminta pemerintah menempatkan aparat keamanan seperti polisi atau Satpol PP di SPBU untuk menertibkan pembelian BBM subsidi itu untuk dijual kembali.
Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setda Sumba Barat, Jeffry Dapamerang yang dikonfirmasi di kantor Bupati Sumba Barat di Weekarou, Rabu (24/11/2010), mengatakan, mulai Selasa (23/11/2010), pihaknya telah menempatkan aparat Satpol PP di SPBU guna menertibkan pengisian BBM. Berkat kerja keras petugas, kondisi pengisian BBM pada dua SPBU itu sudah kembali normal.
Untuk menjaga agar antrean panjang tidak terjadi pihaknya akan terus menempatkan Satpol PP di SPBU hingga kondisi stabil.
Jeffry menambahkan menipisnya stok BBM karena ada pengurangan jatah BBM dari Depot Pertamina
Waingapu, Sumba Timur. Masalah ini menjadi masalah nasional setelah keluarnya kebijakan pemerintah pusat mengurangi anggaran subsidi BBM bagi rakyat miskin. Kondisi ini berpengaruh terhadap pelayanan BBM ke Kabupaten Sumba Barat.
Seperti disaksikan Pos Kupang, Rabu (24/11/2010), meski tidak terjadi antrean panjang di SPBU namun tetap padat. Bahkan dalam tempo 4 jam stok BBM di SPBU habis. (pet)