Laporan Maxi Marho
Warga Oematamboli Butuh Listrik
BA'A, Pos Kupang.Com -- Warga Desa Oemataboli, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao membutuhkan pelayanan listrik PLN Ranting Rote Ndao. Kebutuhan listrik sering diusulkan warga dalam musrenbang tingkat desa maupun tingkat kecamatan, namun belum ada realisasi.
BA'A, Pos Kupang.Com -- Warga Desa Oemataboli, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao membutuhkan pelayanan listrik PLN Ranting Rote Ndao. Kebutuhan listrik sering diusulkan warga dalam musrenbang tingkat desa maupun tingkat kecamatan, namun belum ada realisasi.
Demikian warga dusun Toae-Desa Oematamboli, Fredik Adu, Martinus Patola dan Fredik Sinlae saat ditemui di Desa Oematamboli, Senin (22/11/2010).
Menurut tiga warga ini, jaringan listrik PLN Ranting Rote Ndao selama ini sudah melayani sampai ke desa tetangga, yakni Desa Kolobolon yang jaraknya sekitar 500 meter.
"Rumah kami tak jauh dari tiang listrik jaringan PLN di wilayah desa tetangga. Tapi kenapa listrik tidak bisa dialirkan ke wilayah kami? Beberapa waktu lalu kontraktor listrik sudah datang survai tapi tidak bisa pasang listrik ke rumah warga dengan alasan tidak ada tiang," kata Martinus Patola.
Jika masalahnya pada tiang untuk jaringan listrik PLN, kata Patola, sebagai warga mereka minta PT PLN memperluas jaringan listrik supaya bisa melayani masyarakat Desa Oematamboli.
Pemda dan DPRD Rote Ndao diminta membantu memperjuangkan agar warga desa tersebut segera mendapat pelayanan listrik. "Kami berharap pemerintah dan DPRD Rote Ndao tidak menutup mata dengan keadaan kami di Desa Oematamboli. Kalau kami bisa dibantu perluasan jaringan listrik maka kehidupan ekonomi masyarakat semakin baik. Ini bagian dari pelayanan pemerintah terhadap masyarakatnya," kata Patola.
Hal sama dikatakan Fredik Adu dan Fredik Sinlae saat ditemui terpisah di Desa Oematamboli.
Menurut dua warga ini, usulan listrik sudah diperjuangkan oleh warga melalui musrenbang di desa sampai ke kecamatan dan di tingkat kabupaten. Namun sampai saat ini tidak ada jawaban soal pemenuhan kebutuhan warga terhadap pelayanan listrik. Sementara warga desa tetangga sudah menikmati pelayanan listrik sejak beberapa tahun lalu.
"Kami terus meminta dan berharap supaya ada pelayanan listrik di desa kami. Semoga bisa dijawab kebutuhan kami ini," kata Fredrik Adu. (mar)