Tersangka Korupsi Dana PNPM di Rote Ditahan

KUPANG, POS KUPANG.Com -- Kartini, tersangka kasus korupsi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) tahun 2009 senilai Rp 1 miliar ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi NTT, Selasa (16/11/2010).

KUPANG, POS KUPANG.Com -- Kartini, tersangka kasus korupsi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) tahun 2009 senilai Rp 1 miliar  ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi NTT, Selasa (16/11/2010).

Sebelum menuju Lembaga Pemasyarakatan (LP) Penfui Kupang, Kartini didampingi kuasa hukumnya, Ny. Ester Dai, S.H diperiksa penyidik terkait pemanfaatan dana PNPM tahun anggaran 2009 di Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao.

Kepada Pos Kupang, Selasa (16/11/2010), Kepala Seksi Penyuluhan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi NTT, Muib, S.H,  menjelaskan penahanan terhadap Kartini dilakukan penyidik karena sudah cukup bukti kalau tersangka melakukan korupsi dana PNPM Rp 1 miliar. "Tersangka ditahan selama 20 hari ke depan," kata Muib.

Dia mengatakan, dalam kasus korupsi dana proyek PNPM di Kecamatan Rote Tengah tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain. "Bisa saja ada tambahan tersangka," tandasnya.
Sebelum ditahan penyidik, fasilitator kecamatan proyek PNPM di Kecamatan Rote Tengah itu sudah dua kali diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi NTT dalam status sebagai saksi.
Hari Jumat (5/11/2010), penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 11 orang saksi termasuk Kartini.

Dana PNPM senilai 1 miliar seharusnya dialirkan ke desa-desa. Tersangka diduga menggunakan dana tersebut untuk kepentingan pribadi. Menurut Muib, tersangka bukanlah pihak yang berhak melakukan pencairan dana dana PNPM mandiri tahun 2009. Oleh karena itu ada kemungkinan tersangka lain.

Terungkapnya kasus korupsi dana PNPM ini setelah kejaksaan menerima laporan dari masyarakat tentang indikasi pemalsuan tanda tangan mereka. Tanda tangan dipalsukan pengelola proyek PNPM di Kecamatan Rote Tengah saat mencairkan dana proyek PNPM di salah satu bank di Rote Ndao.

Pada tahun anggaran 2009, Kecamatan Rote Tengah mendapat kucuran dana PNPM sebesar Rp 3 miliar. Dari dana sebesar itu yang dicairkan langsung pengelola proyek  Rp 1 miliar lewat pemalsuan tandatangan warga masyarakat. (ben)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved