Laporan Agnesta Radja

Lanjutan RS Internasional Telan Rp 6 Miliar

KEFAMENANU, Pos Kupang.Com -- Pembangunan RS (Rumah Sakit) bertaraf Internasional di Kabupaten Timor Tengah Utara yang sempat terhenti beberapa waktu kini dilanjutkan dengan menelan dana Rp 6 miliar.

KEFAMENANU, Pos Kupang.Com -- Pembangunan RS (Rumah Sakit) bertaraf Internasional di Kabupaten Timor Tengah Utara yang sempat terhenti beberapa waktu kini dilanjutkan dengan menelan dana Rp 6 miliar.

Demikian Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten TTU, dr. Michael Suri, saat  dihubungi melalui telepon seluler, Sabtu (13/11/2010).

Suri mengatakan, dari jumlah dana Rp 6 miliar untuk fisik sebesar Rp 3 miliar, selanjutnya Rp 2 miliar untuk
anggaran alat kesehatan, dan 82 juta rupiah untuk administrasi
pembangunan.

Dijelaskannya, DIPA pembangunan RS ini sudah cair pada tanggal 20 Oktober 2010 dan pelaksanaan pembangunan fisik sudah dimulai hingga 60 hari kalender kerja.

Kelanjutan  pembangunan fisik RS ini dikerjakan PT Akrinda.
Sementara untuk alat kesehatan sedang dilakukan pendropingan
alkes dari Jakarta dikerjakan CV Adiafora dari Kupang.
Dikatakannya, untuk pembangunan fisik dan alat kesehatan sudah lama ditenderkan karena sesuai Keppres Nomor 8 Tahun 2006, ada ayat yang menyebutkan, yang mendapatkan APBN P dapat melaksanakan tender sebelum dicairkan dana dalam DIPA.

"Terkait hal ini, Departemen Kesehatan mengarahkan agar dapat melaksanakan tender, namun belum dapat melakukan pendekatan terhadap pemenang. Hingga dananya cair baru dilaksanakan penandatanganan kontrak oleh pemenang tender.
Hal ini juga wujud dari efisiensi waktu karena dipastikan waktunya tidak cukup jika pelelangan baru dilakukan setelah
dana DIPA cair. Karena aturannya memungkinkan, maka pihaknya telah mendapat restu dari bupati dan semua proses  dilaksanakan demi kepentingan umum.

Pembangunan RS internasional, yang sebelumnya dibangun pihak RSUD Kefamenanu, sekarang dilaksanakana Dinas Kesehatan TTU.  Pembangunan rumah sakit ini untuk  memberikan pelayanan kesehatan yang baik terhadap
masyarakat.

"Alokasi dana bersumber dari DIPA  yang
dilobi Dinas Kesehatan sehingga pembangunannya
ditangani Dinas Kesehatan. Namun bidangnya membawahi RSUD Kefamenanu," jelasnya. (dd)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved