Laporan Edy Bau
Raskin di Borong Diduga Penyimpangan
BORONG, Pos Kupang.Com -- Realisasi pendistribusian beras untuk keluarga rakyat miskin (raskin) di Kelurahan Rana Loba, dan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Manggarai Timur (Matim) diduga ada penyimpangan. Data dari Dolog Ruteng menunjukkan realisasi raskin pada dua kelurahan ini 50 persen. Sedangkan data dari Bagian Ekonomi Setda Matim belum mencapai angka itu.
BORONG, Pos Kupang.Com -- Realisasi pendistribusian beras untuk keluarga rakyat miskin (raskin) di Kelurahan Rana Loba, dan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Manggarai Timur (Matim) diduga ada penyimpangan. Data dari Dolog Ruteng menunjukkan realisasi raskin pada dua kelurahan ini 50 persen. Sedangkan data dari Bagian Ekonomi Setda Matim belum mencapai angka itu.
Data yang dihimpun Pos Kupang, selama tahun 2010 distribusi raskin untuk Kelurahan Rana Loba baru satu kali yakni pada tanggal 28 Oktober 2010. Jumlah raskin yang diterima 30 kilogram (kg) per kepala keluarga dengan mengumpulkan uang Rp 60 ribu. Berarti, jatah ini hanya untuk 2,5 bulan.
Hal yang sama di Kelurahan Kota Ndora dimana data dari Dolog Ruteng jatah raskin sudah mencapai 50 persen untuk 251 KK di kelurahan itu. Namun hingga Minggu (31/10/2010) warga belum menerima raskin.
Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Subdivre) Ruteng, Umbu Mangu Gadung mengatakan, realisasi jatah raskin untuk 417 KK di Kelurahan Rana Loba dan 251 KK di Kota Ndora sebelum tanggal 28 oktober 2010 sudah mencapai 50 persen. Dikatakannya, dari 21 desa dan kelurahan di Kecamatan Borong cuma tinggal tiga desa yang masih nol persen. Sedangkan 18 desa/kelurahannya sudah mencapai 50 hingga 100 persen untuk tahun 2010.
Salah satu tokoh pemuda Borong, Adven Peding kepada Pos Kupang mengatakan, pihak berwenang harus mengusut kasus pendistribusian raskin di dua kelurahan itu.
Menurutnya, dari data yang ada sudah ada indikasi penyimpangan. Untuk Kelurahan Rana Loba data dari Dolog Ruteng sudah 50 persen atau 32.526 kg sebelum tanggal 28 Oktober 2010. Sedangkan pada tanggal 28 Oktober yang baru diterima oleh 417 kk di Rana Loba baru 12.510 kg.
"Rana Loba baru terima 30 kg pada tanggal 28 Oktober 2010. Sedangkan data Dolog raskin sudah cair 50 persen. Inipun dibagikan setelah ada warga mengadu ke DPRD. Pertanyaannya, ke mana 20.016 kg lainnya? Ada indikasi penyimpangan," kata aktivis salah satu lembaga pemantau di Matim ini.
Mengenai Kelurahan Kota Ndora, demikian Peding, ada dusun belum menerima jatah raskin. Padahal uangnya sudah dikumpul sejak Agustus 2010 lalu.
"Dusun Tanggo dan Dusun Watu Ipu, Kelurahan Kotandora belum juga terima raskin. Uang sudah dikumpul sejak awal Agustus. Beberapa dusun mengalam hal yang sama. Lalu kemana perginya 19,5ton beras untuk enam bulan pertama tahun 2010. Penegak hukum harus usut," tegasnya. (gg)