Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026

Oleh Sipri Seko

Rusuh: Bosan!

SABAN hari tanpa kericuhan. Kalau bukan wasit yang dicerca, antar-pemain pun saling bakupukul. Tak sampai di situ, penonton pun saling lempar. Bahkan aparatur pertandingan pun hendak adu jotos dengan tim ofisial.

Tayang:

SABAN hari tanpa kericuhan. Kalau bukan wasit yang dicerca, antar-pemain pun saling bakupukul. Tak sampai di situ, penonton pun saling lempar. Bahkan aparatur pertandingan pun hendak adu jotos dengan tim ofisial.

Mau dikemanakan sepakbola NTT? Rusuh! Bakupulul, saling lempar. Wasit dihujat, panitia dikecam? Apakah kamu yang paling sempurna? Bosan!

"Kalau seperti ini terus, tahun depan pasti tak ada lagi yang mau ikut El Tari Memorial Cup." Itu kata Bupati Belu, Joachim Lopez, yang mengaku timnya kalah karena dirugikan wasit.

Pertanyaan-pertanyaan yang panjang dan banyak. Tak akan habisnya kalau bertanya tentang sepakbola NTT. Ketika wasit dinilai membuat kesalahan, semua ramai-ramai mengusulkan agar dipulangkan dan diganti dengan mendatangkan wasit netral dari Jawa. Tapi apa yang dilakukan ketika ada pemain yang bakupukul dan bahkan meludahi wasit? Apa wasit juga yang masih harus disalahkan? Apa semua pemain, ofisial dan mungkin termasuk penonton sudah mengerti aturan sepakbola?

Seorang pemain Persena Nagekeo dengan tahu dan mau memukul pemain PSKK, Marcel Bitol. Dia juga malah hendak memukul wasit yang memberinya kartu merah. Benarkah dia mengerti aturan sehingga tidak mau diberi kartu merah. Seharusnya ketika dia berbuat, dia juga harus siap menanggungnya. Kasus ini hanya contoh, karena saban hari, sejak 15 September lalu, semua sudah bosan melihat adanya kericuhan di lapangan.

Keputusan wasit adalah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat. Doktrin ini mungkin sudah ada sejak sepakbola resmi dipertandingkan. Semua orang, anak kecil pun tahu itu. Artinya, apapun keputusannya, salah atau benar, harus diterima. Yang menjadi pertanyaan adalah, hingga saat ini belum pernah ada pengakuan bahwa wasit salah. Keputusannya memang mutlak, namun ketika dia berbuat salah, ada komisi disiplin yang berhak memberi hukuman. Sudahkah Pengprop PSSI NTT melakukan hal ini?

Ketua PSSI Kota Kupang, Drs. Daniel Hurek dengan bangganya mengatakan bahwa sanksi kepada pemain, pelatih bahkan klub sudah dilakukannya. "Ketika sanksi dijatuhkan, pemain, pelatih ataupun klub, tidak boleh mengikuti semua kegiatan sepakbola di bawah PSSI. Kami ingin menciptakan efek jera agar jangan menganggap remeh aturan," tegasnya.

Bagaimana menyelesaikan dan mengakhiri semua kekisruhan ini? Mengapa sepakbola NTT tak kunjung maju? Semua kembali kepada kita. Kita harus merenung. Kita harus melihat diri sendiri, sudah atau apakah yang sudah saya buat ini benar untuk sepakbola NTT?

Indahnya permainan sepakbola yang katanya mampu membius bahkan menyatukan semua insan di dunia, sudah tidak ada lagi di Kupang. Omong kosong kalau sekarang kita berbicara tentang niat suci almarhum EL Tari dalam event ini. Sepakbola yang mempersatukan, sudah berubah menjadi ajang unjuk kekuatan dan kuasa. Ambisi yang dikedepankan. Gengsi dan harga diri sepertinya sudah menutup mata hati pelaku sepakbola NTT.

Adakah yang masih tersisa? Semua yang suka sepakbola pasti meminta agar sudahi semua kericuhan ini. Harus ada pengertian bahwa inilah kondisi kita. Media massa pun sepertinya sudah mulai bosan memberitakan kericuhan yang terus terjadi. Halaman olahraga di koran ibarat halaman kriminal. Para pelaku olahraga yang katanya menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan fair play malah menjadi kriminalis yang selalu menyelesaikan persoalan dengan otot.

Masih tersisa dua pertandingan. Perebutan posisi ketiga antara Persena Nagekeo melawan PS Maritim dan final antara PSKK melawan Perseftim Flores Timur. "Suporter kedua tim tak mungkin lagi ricuh. Semua pasti aman," ujar seorang anggota panitia ETMC 2010, Lukman Hakim.

Apakah benar? Jangan lupa, gelar masih di atas segala-galanya. Ketika penonton dengan sportif ingin menyaksikan tontonan berkualitas, apakah pemain, pelatih, ofisial dan aparatur pertandingan sudah siap untuk itu? Pemain, pelatih dan aparatur pertandingan menjadi unsur penting yang kalau paham dengan perannya masing-masing, maka alangkah indahnya pertandingan di negeri (NTT) yang mendewakan sepakbola. **

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved