Laporan Agnesta Radja

Bonet Dawan Pecahkan Rekor MURI

KEFAMENANU, Pos Kupang.Com- Tradisi Bonet masyarakat Dawan, berhasil memecahkan rekor MURI, sebagai nyanyian berbalas pantun terlama. Bonet dimainkan tiga kelompok Suku Dawan (Miomafo, Biboki dan Insana) selama delapan jam, delapan menit dan delapan detik di Gedung Biinmafo-Kefamenanu, Rabu (22/9/2010).

KEFAMENANU, Pos Kupang.Com- Tradisi Bonet masyarakat Dawan, berhasil memecahkan rekor MURI, sebagai nyanyian berbalas pantun terlama. Bonet dimainkan tiga kelompok Suku Dawan (Miomafo, Biboki dan Insana) selama delapan jam, delapan menit dan delapan detik di Gedung  Biinmafo-Kefamenanu, Rabu (22/9/2010).

Pegelaran bonet itu dalam rangka memeriahkan HUT ke 88 Kota Kefamenanu tahun ini. Nyanyian berbalas pantun selama delapan jam lebih nonstop itu mampu memecahkan rekor dari yang pernah dilakukan sebelumnya di daerah lain.

Manajer Senior MURI (Museum Rekor Dunia Republik Indonesia), Paulus Pangka, S.H mengatakan, rekor ini berhasil menggeser budaya berbalas pantun terlama sebelumnya di Kabupaten Tanjung Pinang, selama enam jam, enam menit, enam detik.

Untuk itu, jelas Pangka, Bonet layak mendapatkan penghargaan yang kali ini menempati  nomor urutan MURI  ke 4.479. Piagam penghargaan ditandatangani Ketua Umum MURI, Dr. Djaya Suprana.

Penyerahan penghargaan MURI oleh Pangka diserahkan kepada pemrakarsa kegiatan bonet, yakni Bupati TTU, Drs. Gabriel Manek pada malam penutupan TTU Expo 2010, Rabu (22/9/2010). Penghargaan juga diberikan kepada penyelenggara kegiatan, Sekda TTU, Jackobus Amfotis.

Bonet digelar untuk memeriahkan perayaan HUT ke-88 Kota Kefamenanu tahun 2010. Dengan 88 peserta,  laki-laki dan perempuan yang terdiri dari 30 orang Dawan Miomaffo, 28 orang Dawan Insana, 30 orang dawan Biboki.

Selain Tradisi Bonet berupa tarian, ada juga bonet angkalele yang dimainkan saat kedukaan/kematian warga. Tarian bonet  dimainkan menggunakan alat bantu seperti lesung dengan alu, serta diiringi nyanyian pantun saling bersahutan.

Ada juga Bonet Oebanti atau Kobe yang biasa dimainkan tiga kelompok suku Dawan saat ikat jagung setelah panen. Hal ini agar jagung terhindar dari kerusakan dan bisa dimanfaatkan sebagai bahan makanan pokok sampai musim panen berikutnya. Biasanya bonet dinyanyikan semalam suntuk.

Pangka yang ditemui Pos Kupang, mengatakan, penilaian tarian bonet di TTU yang dilaksanakan para orangtua sehingga memecahkan rekor MURI dengan pola terlama. Hal ini benar-benar menguji kekuatan, daya tahan fisik yang berhubungan dengan gizi dalam tubuh.
Pangka mengatakan, pihaknya pada awal meragukan kemampuan peserta karena untuk wilayah Indonesia timur belum pernah memecahkan rekor MURI terlama seperti ini. Biasanya pemecahan rekor MURI dengan jumlah terbanyak dari suatu kegiatan.

"Namun hari ini  terbukti bahwa di wilayah Indonesia timur, tepatnya di TTU, Propinsi NTT,  mampu menguji ketahanan fisik. Hal ini menandakan bahwa seni budaya warisan turun temurun oleh nenek moyang di TTU tidak punah," katanya.

Bonet  menceritakan tentang aktivitas masyarakat yang bekerja sambil bernanyi berbalas pantun dan menari.
Bupati TTU, Gabriel Manek dimintai komentar di sela-sela acara penganugerahan rekor MURI itu, menyatakan, penganugerahan ini  sangat membanggakan  Propinsi NTT dan TTU. Rekor MURI itu merupakan kado spesial bagi rakyat TTU, khususnya HUT Kota Kefamenanu tahun ini, sekaligus sebagai motivasi bagi masyarakat dan pemerintah untuk  melestarikan kebudayaan yang diwariskan nenek moyang. (dd)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved