Laporan Jumal Hauteas
Dua Pengidap HIV Kabur dari RSUD Lewoleba
LEWOLEBA Pos Kupang.Com -- Dua pengidap HIV/AIDS yang sedang menjalani perawatan di RSUD Lewoleba, kabur dari rumah sakit itu. Keduanya kabur bukan karena buruknya pelayanan di rumah sakit, namun diduga akibat stres.
LEWOLEBA Pos Kupang.Com -- Dua pengidap HIV/AIDS yang sedang menjalani perawatan di RSUD Lewoleba, kabur dari rumah sakit itu. Keduanya kabur bukan karena buruknya pelayanan di rumah sakit, namun diduga akibat stres.
Pasien pengidap HIV/AIDS pertama kabur berinisial FJA. Dia diperkirakan kabur pada akhir bulan Agustus 2010. Menyusul pasien berinisial YY yang kabur hari Minggu (12/9/2010) malam sekitar pukul 19.00 Wita.
Informasi yang dihimpun Pos Kupang, di RSUD Lewoleba, Kamis (16/9/2010) siang, menyebutkan, YY adalah seorang ibu rumah tangga yang menjalani rawat inap di RSUD Lewoleba karena mengidap HIV/AIDS. Dia dirawat dalam ruang tersendiri, menggunakan salah satu ruang rawat inap wanita dewasa.
Pada hari Minggu (12/9/2010) sekitar pukul 19.00 Wita, ibu itu keluar dari ruang perawatan dan selanjutnya meninggalkan rumah sakit dengan selang infus yang masih terpasang di tangannya.
Petugas medis tidak menduga bahwa YY kabur dari rumah sakit sehingga tidak menahannya. "Saya sedang ambil air dekat ruang rawat inap. Kemudian dia (YY) keluar dengan masih pakai infus di tangan. Tetapi saya pikir dia mau ke kios cari biscuit atau cari keluarganya di luar sehingga saya sebagai perawat tidak tanya atau tahan dia," jelas sumber.
Namun belakangan baru diketahui bahwa YY tidak kembali lagi ke ruang tempat dia dirawat.
Sumber lain di RSUD Lewoleba, menyebutkan, akhir Agustus 2010 lalu, pasien dengan penyakit yang sama juga meninggalkan rumah sakit tanpa
sepengetahuan petugas medis.
"Tiga minggu lalu ada pasien HIV/AIDS yang kabur dan mungkin sudah meninggal dunia karena dia lari sudah dalam kondisi yang sangat tidak memungkinkan," jelas sumber tersebut.
Direktur RSUD Lewoleba, drg. Arnold Marbun yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/9/2010), mengaku tidak tahu kaburnya dua pasien HIV/AIDS itu.
Ia kemudian memanggil kepala ruang rawat inap dewasa untuk mengecek kebenaran informasi ini. Namun setelah itu, Marbun menolak memberikan keterangan kepada Pos Kupang. Dia memilih menyampaikan hal ini ke bagian Humas Setda Lembata dan mempersilahkan wartawan mencari informasi di Bagian Humas.
Informasi yang diperoleh petugas Bagian Dokumentasi dan Publikasi, Humas Setda Lembata, Geroda Yoseph, menyebutkan bahwa benar ada pasien HIV/AIDS yang kabur dari rumah sakit tanpa sepengetahuan manajemen rumah sakit pada Minggu (12/9/2010) malam.
"Pasien itu meninggalkan rumah sakit pada malam hari, dan baru diketahui sekitar pukul 19.45 Wita saat dokter datang ke ruangan tempat pasien untuk disuntik namun pasien tidak berada di tempat," jelas Yoseph.
Pihak rumah sakit mengetahui YY kabur dari ruangan setelah mendapat informasi dari pasien lain yang dirawat di ruang berdekatan.
Yoseph menambahkan, dokter Marbun menjelaskan keesokan harinya, Senin (13/9/2010) pagi, suami YY datang ke rumah sakit dengan tujuan hendak membayar biaya rumah sakit selama YY menginap sejak 7 September 2010 hingga Minggu (12/9/2010) malam.
Namun karena masih dalam masa cuti bersama sehingga suami YY disuruh kembali dan baru datang membayar biaya rumah sakit pada hari Selasa (14/9/2010) pagi.
Marbun juga menjelaskan bahwa sore hari, Senin (13/9/2010) petang, YY kembali ke rumah sakit dan sempat menyatakan bahwa dia nekat kabur karena sudah dua hari tidak dikunjungi suaminya.
Sementara itu, pasien berinisial FJA kabur dari rumah sakit pada akhir Agustus 2010. Namun Marbun yang ditemui, Kamis (17/9/2010) malam, di kantor DPRD Lembata, membantah. (bb)