Laporan Kanis Lina Bana
Poskesdes Dibangun di Jurang
RUTENG, Pos Kupang.Com -- Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) di wilayah Urang, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai, dibangun di tebing jurang. Akibatnya, biaya operasional membengkak dan jangkauan pelayanan medis menjadi terhambat.
RUTENG, Pos Kupang.Com -- Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) di wilayah Urang, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai, dibangun di tebing jurang. Akibatnya, biaya operasional membengkak dan jangkauan pelayanan medis menjadi terhambat.
Anggota DPRD Manggarai, Egi Theren, menyampaikan hal itu kepada wartawan di Ruteng, Kamis (29/7/2010). Dia menyampaikan hal itu sebagai bentuk kekecewaan terhadap pembanguna fasilitas pemerintah ini yang dibangun tak sesuai aspirasi warga setempat.
Menurutnya, lokasi bangunan tidak strategis sehingga mempengaruhi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Padahal sarana kesehatan yang disiapkan itu untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Dengan melihat kondisi ini, dia tidak bisa mempersalahkan pemerintah daerah. Sebab, pemerintah mengakomodir kebutuhan berdasarkan permintaan warga setempat. Namun yang disesalkan bagian perencanaan tidak cermat menganalisa lokasi tersebut secara detail sehingga dibangun pada lokasi yang kurang tepat.
"Secara kontraktual bangunan sudah dikerjakan menelan anggaran ratusan juta. Tetapi bangunan ini terancam dan keselamatan masyarakat terancam karena dibangun pada lokasi tebing yang sangat rawan," sesalnya.
Dia mengatakan, DPRD Manggarai dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat sudah melihat kondisi bangunan itu. Dinkes tidak bisa berbuat banyak karena sifatnya hanya mengakomodir kebutuhan masyarakat, dan warga setempat menyiapkan tanah di lokasi tebing. Apalagi anggaran untuk biaya pengganti tanah tidak tersedia. Dana yang disiapkan hanya untuk bangunan fisik semata.
"Ini sebenarnya kesalahan masyarakat yang menyerahkan tanah tidak pada lokasi strategis. Padahal bangunan fasilitas kesehatan ini dibangun untuk kepentingan mereka," katanya.
Sebelumnya, Bupati Manggarai, Drs. Christian Rotok, juga menyatakan kekesalannya karena warga menyediakan tanah untuk pembangunan fasilitas yang cenderung jauh dari pemukiman warga dan berada di lokasi yag kurang tepat. (lyn)