Breaking News

Laporan Maxi Marho

Tiga Menteri Bahas tentang Rote

BA'A, Pos Kupang.Com --Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Ir Esthon L Foenay, M.Si, dan Bupati Rote Ndao, Drs. Lens Haning, M. M mengadakan rapat koordinasi (Rakor) dengan tiga menteri dan tim pemerintah pusat terkait rencana peresmian monumen titik terselatan NKRI di Pulau Ndana, Kecamatan Rote Barat Daya (RBD), Kabupaten Rote Ndao.

BA'A, Pos Kupang.Com --Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Ir Esthon L Foenay, M.Si, dan Bupati Rote Ndao, Drs. Lens Haning, M. M mengadakan rapat koordinasi (Rakor) dengan tiga menteri dan tim pemerintah pusat terkait rencana peresmian monumen titik terselatan NKRI di Pulau Ndana, Kecamatan Rote Barat Daya (RBD), Kabupaten Rote Ndao.

Dalam rapat ini dibahas juga penanganan dampak pencemaran laut akibat kebocoran kilang minyak perusahaan Australia di celah Timor.  Tiga menteri Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang menghadiri rapat ini, yakni Menteri Perhubungan, Freddy Numberi, Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad dan Menteri Kehutanan, Zulkifli Hassan.

Bupati Rote Ndao, Lens  Haning, kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (19/7/2010), menjelaskan, rapat koordinasi bersama tiga menteri dilaksanakan di Kantor Presiden di Jakarta, Rabu (14/7/2010).

Tentang kepastian kunjungan Presiden RI, Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY), ke Rote Ndao untuk meresmikan monumen titik terselatan NKRI di Pulau Ndana, Lens Haning mengatakan, dirinya tidak bisa memberi kepastian. Namun sebagai Bupati Rote Ndao, pihaknya telah mengirim surat kepada presiden yang intinya mengundang Presiden SBY untuk datang ke Rote Ndao dan melihat dari dekat kondisi perairan Laut  Timor serta dampak pencemaran laut yang dirasakan masyarakat petani rumput laut dan nelayan di kabupaten ini.

"Bupati Rote Ndao sudah mengirim surat permohonan kepada Presiden RI agar mau berkunjung ke Rote Ndao disertai alasan sehingga kehadiran presiden di kabupaten perbatasan NKRI ini menjadi penting. Jadi alasan permohonan kepada presiden bukan untuk meresmikan monumen perbatasan NKRI di Pulau Ndana yang paling utama, tapi pemerintah berharap agar presiden dapat melihat langsung dampak pencemaran laut," kata Lens Haning.

Apalagi, kata Haning, Kabupaten Rote Ndao  merupakan kabupaten kepulauan  yang terletak  di wilayah terselatan  NKRI yang  berbatasan langsung dengan negara Australia dan negara Timor Leste di mana Rote Ndao memiliki jumlah penduduk 115.332 jiwa dengan proporsi  75-85 persen petani-nelayan. Kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Rote Ndao  paling banyak berasal dari sub sektor perikanan.

Diberitakan sebelumnya, sesuai rencana monumen titik terselatan NKRI di Pulau Ndana yang saat ini sedang dibangun patung Jenderal Besar Sudirman bakal diresmikan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat ini upaya merampungkan pembangunan monumen tersebut terus
dilakukan pihak pelaksana. (mar)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved