Laporan Oby Lewanmeru

Sapi Bali Resmi Jadi Sapi Timor

KUPANG, Pos Kupang.Com --- Semua sapi yang berasal dari keturunan sapi bali yang selama ini dikembangkan di wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah resmi berubah nama menjadi sapi timor. Ternak ini sudah menjadi produk unggulan masyarakat NTT.

KUPANG, Pos Kupang.Com --- Semua sapi yang berasal dari keturunan sapi bali yang selama ini dikembangkan di wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah resmi berubah nama menjadi sapi timor. Ternak ini sudah menjadi produk unggulan masyarakat NTT.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon L Foenay, M.Si, pada acara kontes sapi dan pameran produk ternak tingkat Propinsi NTT di Oenaek, Desa Camplong I,  Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Jumat (9/7/2010).

Hadir pada kesempatan itu, Plt. Kepala Dinas Peternakan NTT, Ir. Ansgerius Takalapeta,  Pemimpin Bank Indonesia Kupang, Lukdir Gultom, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, drh. Jacoba Ludjuwara, Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Hurek, sejumlah anggota DPRD NTT, pimpinan SKPD serta undangan lainnya. 

Peserta kontes sapi ini diikuti Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Timur Tengah Utara (TTU), Kota Kupang, Belu dan Kabupaten Kupang.  Kontes ternak 2010 ini mengambil tema "Mengembangkan plasmah nutfah sapi dan produk unggulan peternakan menuju masyarakat NTT sejahtera".

Menurut Esthon, semua sapi baik hasil persilangan maupun keturunan asli yang dikenal dengan nama sapi bali saat ini sudah berubah nama menjadi sapi timor. Penetapan nama sapi ini akan terus disosialisasikan kepada masyarakat NTT. "Perubahan sebutan bagi sapi bali ini sudah resmi dan diharapkan sebagai motivasi kepada masyarakat dan lebih khusus pada peternak di NTT. Saya minta maaf kepada sesama kita asal Bali karena perubahan nama ini sudah resmi agar tidak lagi menyebut sapi bali tapi sapi timor," kata Esthon.

Dikatakannya, pemerintah dan masyarakat terus berupaya untuk menjaga eksistensi Propinsi NTT sebagai gudang ternak, apalagi pemeliharaan ternak oleh masyarakat NTT bukan merupakan hal baru tetapi sudah dilakukan sejak dahulu kala.      

Plt. Kepala Dinas Peternakan NTT, Ir. Ansgerius Takalapeta,  mengatakan, tujuan dilaksanakannya kontes ternak adalah memotivasi peternak untuk menghasilkan ternak unggul yang produktif, menyediakan bibit pengganti serta mengevaluasi kebijakan pengembangan ternak di NTT.

TTU juara
Sapi asal Kabupaten TTU merupakan sapi terberat pada kontes sapi tingkat Propinsi NTT. Sapi milik Petrus Fela, asal Kelurahan Kefa Tengah, Kecamatan Kota Kefa, ini memiliki berat 640 kilogram (kg). Sapi asal TTU ini keluar sebagai sapi terberat dari kategori sapi persilangan penggemukan (cross).

Di tempat kedua sapi asal Kabupaten Kupang dengan berat 554 kg dan sapi terberat ketiga dari Kabupaten Kupang juga dengan berat 494 kg. Peserta kontes ternak tingkat propinsi berasal dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, TTU dan Kabupaten Belu.

Ketua Panitia Kontes Ternak Tingkat Propinsi NTT, drh. Budi Kusworo, mengatakan, penilaian dilakukan terhadap ternak terutama kualitas dan kuantitas. Kualitatif meliputi kondisi umum ternak, bentuk dan juga penampilan tubuh ternak, sedangkan penilaian kuantitatif  adalah penilaian tinggi badan, lingkar badan dan berat.

Pemenang sapi timor (paron) terberat dari Kabupaten TTS dengan berat 458 kg, juara dua dari Kabupaten TTU dengan berat sapi 428 kg dan juara tiga dari Kabupaten Belu dengan berat sapi paron 413 kg. Para pemenang diberi reward dengan uang sebesar Rp 5 Juta untuk juara I, Juara II Rp 3 Juta dan untuk juara III diberi uang Rp 2 juta.  

Sementara untuk kontes ternak tingkat Kabupaten Kupang, diikuti Kecamatan Fatuleu, Kupang Timur, Amarasi, Amarasi Barat, Nekamese dan Amarasi Selatan. (yel)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved