Laporan Agnesta Radja
PNS di TTU Diduga Jadi Tim Sukses
KEFAMENANU, Pos Kupang.Com-Panitia Pengawas Pemilu-Kada (Panwaslu-Kada) menemukan indikasi keterlibatan tujuh aparatur pemerintahan menjadi tim sukses salah satu paket bakal calon bupati-wabup. Para PNS yang menjadi tim sukses ini terdiri dari dua PNS menduduki jabatan kepala dinas, tiga kepala bagian, satu camat, dan dua lurah.
KEFAMENANU, Pos Kupang.Com-Panitia Pengawas Pemilu-Kada (Panwaslu-Kada) menemukan indikasi keterlibatan tujuh aparatur pemerintahan menjadi tim sukses salah satu paket bakal calon bupati-wabup. Para PNS yang menjadi tim sukses ini terdiri dari dua PNS menduduki jabatan kepala dinas, tiga kepala bagian, satu camat, dan dua lurah.
Demikian dikemukakan Ketua Panwaslu TTU, Viktor Manbait, S.E, kepada Pos Kupang di Kefamenanu, Kamis (1/7/2010).
Viktor menjelaskan, tim Panwascam mendapatkan fakta pada tanggal 20 Juni beberapa dari mereka mengumpulkan massa di salah satu desa. Bersamaan dengan pertemuan itu, mereka membentuk tim sukses untuk salah satu pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati tertentu.
Dalam pengawasan, lanjut Manbait, ternyata ada PPK juga yang terlibat. Bahkan, ia bertindak sebagai protokol. "Terkait hal ini, teman-teman Panwas melakukan klarifikasi dengan mengundang oknum PNS dalam ruang lingkup Setda TTU," kata Manbait.
Dugaan sementara, oknum PNS tersebut menyiapkan segala sesuatu terkait Pemilu-Kada untuk balon tertentu. Hal ini jelas bertentangan dengan kode etik profesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
Dikatakan Manbait, karena ini masih dalam tahap dugaan, maka nama-nama aparatur pemerintah tersebut belum bisa dipublikasikan. Namun pihaknya juga telah menyampaikan tembusan surat kepada pemerintah juga KPU terkait persoalan itu.
Calon independen
Sementara itu, dalam pengawasan proses verifikasi independen, Panwaslu menemukan beberapa warga yang diklaim menjadi pendukung salah satu balon perseorangan.
Seperti di wilayah Haumeni Ana, lima orang warga mengaku tidak pernah memberikan dukungan kepada balon tersebut namun nama dan KTPnya tercantum dalam pernyataan dukungan. Lima warga tersebut, yakni Siprianus Asuat, Angelika Palbeno, Petrus Asuat Regina Taek, Sebastianus Piut.
Mereka menyatakan, pernah diminta ketua BPD untuk segera mengurus perpanjangan KTP. Selain itu, mereka tiba-tiba didatangi tim verifikasi untuk ditanyakan mengenai pernyataan dukungan tersebut.
Hal yang sama juga terjadi di Nainaban sekitar lima orang warga diklaim menjadi pendukung salah satu balon independen. (dd)