Laporan Maxi Marho

Turang: Jadikan Orang Rote Rukun dan Damai

BA'A, Pos Kupang.Com -- Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr, memberkati gedung baru kongregasi Religious of the Virgin Mary (RVM) yang terletak di Kelurahan Mokdale-Ba'a, Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (19/6/2010) sore.

BA'A, Pos Kupang.Com -- Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr, memberkati gedung baru kongregasi Religious of the Virgin Mary (RVM) yang terletak di Kelurahan Mokdale-Ba'a, Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (19/6/2010) sore.

Misa pemberkatan gedung dihadiri sejumlah pejabat dan muspida Rote Ndao, di antaranya Ketua Pengadilan Negeri (PN) Rote Ndao dan Kapolres Rote Ndao. Hadir juga tiga pastor, para suster RVM dan umat Katolik serta undangan.

Uskup Petrus Turang dalam kotbah dan pidatonya pada acara syukuran pemberkatan gedung biara ini mengatakan, semua orang ingin memiliki rumah sendiri sebagai tempat tinggalnya. Begitu pun dengan para suster RVM. Rumah biara tidak seperti rumah biasa yang dihuni keluarga, tapi rumah yang dihuni para suster untuk menunjang kegiatan pelayanan biara.

"Para suster RVM yang tinggal di rumah biara harus rendah hati. Sikap dan perilaku suster-suster yang tinggal di rumah ini harus istimewa karena gedung ini istimewa. Harus selalu ada kedamaian di dalam rumah ini. Selalu ada yang baik," kata Uskup Turang.

Karena pelayanan susteran RVM di Rote Ndao adalah
bidang pendidikan, yakni mengelola TK St. Kristoforus Ba'a dan SD Katolik St. Kristoforus Ba'a, maka Uskup Turang mengatakan, pelayanan pendidikan di SD dan TK harus membuat anak didik disiplin hidup dan tahu menghormati orang lain. Kehadiran susteran RVM, TK dan SD St. Kristoforus Ba'a bukan untuk menjadikan orang Rote sebagai orang Katolik, tapi menjadikan kehidupan semua orang di Rote Ndao menjadi damai dan rukun satu sama lain.

"Memberkati rumah susteran yang kecil ini saya senang karena
terkandung harapan yang benar. Tetapi perlu diingat bahwa kehadiran suster RVM, TK dan SD St. Kristoforus Ba'a bukan untuk menjadikan orang Rote Katolik, tapi menjadikan kehidupan semua orang di Rote Ndao damai dan rukun satu sama lain. Ini penting untuk dipahami," kata Uskup Turang.
Ia berharap, para suster RVM bisa mulai memanfaatkan gedung
baru tersebut dengan baik sehingga menunjang kegiatan pengelolaan pendidikan di kota ini untuk ikut membangun masyarakat Kabupaten Rote Ndao ke arah yang lebih baik.

Bupati Rote Ndao, Drs. Lens Haning, M.M,  dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Rote Ndao, Drs. Agus Orageru, mengatakan, pemerintah Kabupaten Rote Ndao menyambut baik kehadiran susteran RVM di kabupaten ini untuk ikut terlibat dalam pembangunan bidang pendidikan.
Diharapkan, kehadiran biara RVM memberi arti dalam pembangunan pendidikan demi terciptanya generasi
Rote Ndao yang pintar dan berbudi luhur.

Kepala Kongregasi RVM Indonesia, Suster Maria Agnes Wathun, RVM, dalam sambutannya menceritakan tentang suka duka susteran RVM mulai bertugas di Rote Ndao sejak enam tahun lalu.

"Menghadirkan susteran RVM ke Rote Ndao merupakan sesuatu yang sulit. Suster-suster cenderung menggerutu dan menolak ditugaskan di Rote Ndao. Tapi, beruntung masih ada yang mau datang ke Rote Ndao. Suster-suster datang ke Rote Ndao karena panggilan tugas pelayanan," kata Suster Wathun. (mar)
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved