Senin, 13 April 2026

Video Dewasa Artis Beredar di Kalangan Pelajar

WAINGAPU, Pos Kupang.Com -- Video porno mirip artis terkenal saat ini beredar luas di kalangan masyarakat di Sumba Timur.

istimewa
Ilustrasi pornografi 

POS-KUPANG.COM - Video dewasa mirip artis terkenal saat ini beredar luas di kalangan masyarakat di Sumba Timur.

Video tidak senonoh itu diduga sudah menyebar sampai di kalangan pelajar.

Namun Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Sumba Timur belum memberikan respons terhada beredarnya video dewasa itu.

Plt Kepala Dinas (Kadis) PPO Kabupaten Sumba Timur, Obet Hilungara, yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/6/2010), mengatakan, pihaknya belum mengambil sikap terkait beredarnya video dewasa mirip artis yang saat ini ramai dibicarakan di media massa itu.

Obet berdalih, saat ini para siswa sedang mengikuti ujian semester.

Obet mengatakan, untuk tingkat SMA ujian semester berakhir, Senin (14/6/2010).

"Setelah ujian semester, minggu keempat mereka libur. Minggu kedua Juli baru masuk sekolah.  Saat mereka masuk sekolah, baru kita gelar penertiban," kata Obet.

Dia mengatakan, penertiban akan didahului dengan edaran berupa imbauan kepada para guru untuk memantau perilaku anak didiknya, dan mengawasi kemungkinan beredarnya video dewasa maupun peredaran narkoba di kalangan peserta didik. 

"Orangtua juga kita minta lebih berperan karena waktu anak dengan orangtua lebih banyak daripada di sekolah. Di sekolah hanya tujuh jam setiap hari," demikian Obet.

Obet mengungkapkan, pihaknya harus menerbitkan regulasi  sebelum mengambil tindakan. Regulasi itu berupa surat edaran ke sekolah-sekolah.

Sementara untuk penertiban video dewasa dan narkoba, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres Sumba Timur dan Satuan Polisi Pamong Praja. Sasaran penertiban, pelajar SMA dan pelajar SMP.

Selain orangtua dan guru, lanjut Obet, pengawas diberi tugas untuk ikut mengawas kemungkinan beredarnya video, gambar porno dan narkoba di kalangan peserta didik. Edaran tentang penertiban video dewasa dan narkoba akan dikeluarkan secara bersama-sama dengan surat edaran tentang penertiban guru.

"Dalam edaran ini guru yang tidak masuk dua bulan dikenai sanksi tahan gaji. Sedangkan enam bulan tidak masuk mengajar akan dipertimbangkan untuk dipecat," tegas Obet.

Obet mengakui perkembangan teknologi yang begitu cepat membawa dampak negatif bagi peserta didik. Waktu belajar lebih banyak tersita untuk bermain internet. "Butuh peran orangtua dalam mengawasi anak-anaknya," imbuhnya.

Lanjutkan MoU

Kapolres Sumba Timur, AKBP Tetra M Putera, yang ditemui  terpisah di ruang kerjanya, Senin siang, mengatakan, pihaknya akan melanjutkan MoU tentang penertiban narkoba dengan Dinas PPO Sumba Timur dalam rangka mengantisipasi beredarnya narkoba di kalangan pelajar.

Khusus video dewasa, Tetra mengatakan, dalam satu dua hari ini pihaknya akan menggelar razia setelah berkoordinasi dengan Dinas PPO Sumba Timur.

"Hari ini kita minta Kabag Bina Mitra berkoordinasi dengan Dinas PPO. Jadwal penertibannya kapan, masih kita rahasiakan," kata Tetra.

Beberapa pelajar SMA yang ditemui sedang duduk di Taman Kota Matawai  memberikan jawaban bervariasi tentang beredarnya video dewasa mirip artis tersebut.

Ada yang mengaku pernah melihat dan ada yang mengaku belum pernah melihat gambar itu. Sebagian besar dari mereka mengaku mengetahui video itu dari internet.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved