Laporan Agnesta Radja
Batal Ujian Ulang Karena Urus Nikah
KEFAMENANU, Pos Kupang.Com---Seorang siswi SMPN Miomaffo Timur, Timor Tengah Utara (TTU) batal ikut ujian ulang pelajaran matematika, Rabu (19/5/2010). Dia dikabarkan pergi bersama pacarnya untuk urusan nikah.
KEFAMENANU, Pos Kupang.Com---Seorang siswi SMPN Miomaffo Timur, Timor Tengah Utara (TTU) batal ikut ujian ulang pelajaran matematika, Rabu (19/5/2010). Dia dikabarkan pergi bersama pacarnya untuk urusan nikah.
Di sekolah ini ada 122 siswa/i yang mengikuti ujian ulang. Kepala SMPN Miomaffo Timur, Syrilus Ukat, S.Ag, kepada Pos Kupang, Rabu (19/5/2010), mengatakan, dari total peserta UN hanya 3 siswa yang lulus bidang studi matematika. Karena itu, seharusnya ada 123 peserta yang mengikuti ujian ulang. Namun karena satu siswi mengundurkan diri maka jumlah peserta ujian ulang mata pelajaran matematika 122 orang.
Terkait siswi yang mengundurkan diri, kata Ukat, pihaknya telah mendatangi rumahnya di Amol, Usapi. Namun menurut keterangan guru yang ke rumahnya, orangtua siswi tersebut juga sedang tidak di tempat.
Karena itu, guru itu mendatangi kepala desa setempat untuk menanyakan keberadaan siswi tersebut. Berdasarkan keterangan kepala desa, lanjutnya, siswi tersebut sudah pergi bersama pacarnya untuk urusan perkawinan.
Tidak ada guru
Ditanya mengenai persiapan menjelang ujian ulang, Ukat menjawab tidak bisa dilakukan maksimal dikarenakan SMPN Miomaffo Timur sejak bulan November 2009 tidak ada guru matematika.
Dikatakannya, sejak enam bulan lalu, menjelang persiapan UN, guru matematika kelas III mendadak pindah tugas. Karena tidak ada cadangan guru matematika lain, maka terpaksa pelajaran matematika diberikan kepsek sendiri.
Waktu pengajaran pun mengalami kendala, jika dirinya terpaksa harus memenuhi berbagai urusan sebagai kepsek. Persoalan yang hampir sama juga terjadi pada mata pelajaran bahasa Indonesia (Bindo).
Pada bulan Februari 2010 lalu, guru Bindo Kelas III meninggal dunia. Mata pelajaran ini terpaksa diambilalih guru Bindo kelas I. "Karena belum memiliki pengalaman mengajar kelas III, maka pemberian materi Bindo tidak maksimal. Apalagi terbagi waktu dengan jam mengajar di kelas I," jelasnya.
Menurutnya, hal ini telah dilaporkan ke Dinas PPO TTU. Kadis PPO menjanjikan akan ada guru baru pada tahun ajaran baru karena tidak bisa mendatangkan guru baru saat pertengahan semester selain kesulitan mencari guru bidang studi matematika untuk kelas II. (dd)