Selasa, 9 Juni 2026

Laporan Edy Bau

Warga Matim Jangan Terprovokasi

BORONG, POS KUPANG.Com -- Bupati Manggarai Timur (Matim), Drs. Yoseph Tote, M.Si mengimbau seluruh warga daerah itu jangan mudah terprovokasi ataupun melakukan tindakan provokatif untuk hal-hal yang tidak benar dan menghambat proses pembangunan yang sedang berjalan.

Tayang:

Imbauan ini disampaikan Tote menyusul isu yang beredar di tengah masyarakat melalui SMS yang isinya mendiskreditkan dirinya. SMS itu antara lain mengatakan, Bupati Matim telah menggadaikan tanah ulayat untuk kepentingan investor tambang mangan dan menuduh bupati telah melakukan korupsi.

Tote yang ditemui Pos Kupang di kediamannya, Jumat (26/3/2010), mengatakan, isu yang disebarkan melalui SMS itu tidak benar. Dia menilai, hal ini merupakan suatu tindakan yang menjurus pada pemfitnahan dan pencemaran nama baik.

Menurutnya, semua masyarakat punya hak untuk memberi kritikan kepada pemerintah tetapi harus berdasarkan data dan fakta, bukan melakukan provokasi yang akhirnya menghambat proses pembangunan di Matim.

"Saya imbau agar seluruh warga Matim jangan terprovokasi ataupun memprovokasi, melainkan mendukung upaya pemerintah dalam proses pembangunan yang sedang berjalan. Semua isu yang disebarkan itu tidak benar. Yang mau mengeritik tidak dilarang, tapi harus berdasarkan data dan fakta, bukan melakukan fitnah, karena semuanya mempunyai konsekwensi hukum. Cara seperti ini adalah cara orang-orang yang tidak punya kerja," kata Tote.

Tote  meminta seluruh warga Matim agar mewaspadai tindakan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab serta tidak mempercayai segala tuduhan yang tidak berdasarkan fakta.

Beberapa hari terakhir ini, beredar SMS di tengah masyarakat Matim, termasuk kepada ibu Ketua TP PKK Matim, Maria Yosefina Tote (isteri bupati) dan beberapa pejabat lainnya. SMS itu isinya, "Bupati Matim (Manggarai Timur, Red) mulai bikin ulah. Belum lima tahun memimpin, tanah ulayat perlahan-lahan digadaikan ke investor tambang mangan. Kalau mulai seperti ini, kami yakin, Bupati Yoseph Tote diduga kuat telah menerima suap dari investor. Ini adalah kategori korupsi. Kepada seluruh warga Dampek, Waso, Tumbak, mari kita satukan tekad untuk melaporkan para oknum ini kepada yang berwajib. Perangi mereka, lawan mereka dan hukum mereka. Sebarkan ini ke semua warga maritim."
Belum diketahui siapa yang menyebarkan SMS ini. Namun berdasarkan informasi yang dihimpun Pos Kupang, kuat dugaan SMS ini berasal dari Jakarta. (gg)  Warga Matim Jangan Terprovokasi

Laporan Edy Bau

BORONG, POS KUPANG.Com -- Bupati Manggarai Timur (Matim), Drs. Yoseph Tote, M.Si mengimbau seluruh warga daerah itu jangan mudah terprovokasi ataupun melakukan tindakan provokatif untuk hal-hal yang tidak benar dan menghambat proses pembangunan yang sedang berjalan.

Imbauan ini disampaikan Tote menyusul isu yang beredar di tengah masyarakat melalui SMS yang isinya mendiskreditkan dirinya. SMS itu antara lain mengatakan, Bupati Matim telah menggadaikan tanah ulayat untuk kepentingan investor tambang mangan dan menuduh bupati telah melakukan korupsi.

Tote yang ditemui Pos Kupang di kediamannya, Jumat (26/3/2010), mengatakan, isu yang disebarkan melalui SMS itu tidak benar. Dia menilai, hal ini merupakan suatu tindakan yang menjurus pada pemfitnahan dan pencemaran nama baik.

Menurutnya, semua masyarakat punya hak untuk memberi kritikan kepada pemerintah tetapi harus berdasarkan data dan fakta, bukan melakukan provokasi yang akhirnya menghambat proses pembangunan di Matim.

"Saya imbau agar seluruh warga Matim jangan terprovokasi ataupun memprovokasi, melainkan mendukung upaya pemerintah dalam proses pembangunan yang sedang berjalan. Semua isu yang disebarkan itu tidak benar. Yang mau mengeritik tidak dilarang, tapi harus berdasarkan data dan fakta, bukan melakukan fitnah, karena semuanya mempunyai konsekwensi hukum. Cara seperti ini adalah cara orang-orang yang tidak punya kerja," kata Tote.

Tote  meminta seluruh warga Matim agar mewaspadai tindakan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab serta tidak mempercayai segala tuduhan yang tidak berdasarkan fakta.

Beberapa hari terakhir ini, beredar SMS di tengah masyarakat Matim, termasuk kepada ibu Ketua TP PKK Matim, Maria Yosefina Tote (isteri bupati) dan beberapa pejabat lainnya. SMS itu isinya, "Bupati Matim (Manggarai Timur, Red) mulai bikin ulah. Belum lima tahun memimpin, tanah ulayat perlahan-lahan digadaikan ke investor tambang mangan. Kalau mulai seperti ini, kami yakin, Bupati Yoseph Tote diduga kuat telah menerima suap dari investor. Ini adalah kategori korupsi. Kepada seluruh warga Dampek, Waso, Tumbak, mari kita satukan tekad untuk melaporkan para oknum ini kepada yang berwajib. Perangi mereka, lawan mereka dan hukum mereka. Sebarkan ini ke semua warga maritim."
Belum diketahui siapa yang menyebarkan SMS ini. Namun berdasarkan informasi yang dihimpun Pos Kupang, kuat dugaan SMS ini berasal dari Jakarta. (gg) 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved