Sumur Thedens Masih Tercemar E-coli
KUPANG, POS KUPANG, Com -- Lurah Oeba, Maria Avelina Salensi mengatakan, sampai saat ini, air sumur Tedens masih tercemar E-coli. Kondisi ini sudah berlangsung sejak tahun 2002.
KUPANG, POS KUPANG, Com -- Lurah Oeba, Maria Avelina Salensi mengatakan, sampai saat ini, air sumur Tedens masih tercemar E-coli. Kondisi ini sudah berlangsung sejak tahun 2002.
"Air yang ada tidak bisa dikonsumsi karena terasa bau bensin yang menyengat, sehingga hanya dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk mandi dan mencuci pakaian," kata Salensi saat ditemui di Aula BKKBN Propinsi NTT, sebelum mengikuti workshop tentang penanganan anak jalanan dan pekerja anak di Kota Kupang, Selasa (23/3/2010).
Dia menduga, pencemaran akibat terjadi resapan oli kotor dari bengkel maupun tempat pengisian BBM lain yang ada di sekitar melalui air bawah tanah.
Salensi mengatakan, untuk mengetahui penyebab terjadi pencemaran, pada tahun 2009 Dinkes Kota Kupang dan Balai POM telah melakukan tes laboratorium dan hasilnya dinyatakan, bahwa air tersebut tidak layak dikonsumsi tanpa menginformasikan penyebab pencemaran.
"Hal ini membuat masyarakat kebingungan dan bertanya-tanya apa gerangan yang terjadi, karena sebelumnya air tersebut dikonsumsi masyarakat," ujar Salensi.
Menurut Salensi, air yang ada pada sumur tersebut mengeluarkan bau bensin yang sangat tajam sehingga tidak bisa dikonsumsi dan hanya bisa dimanfaatkan untuk mandi dan mencuci pakaian.
"Saya pernah mencoba mengambil untuk menyiram sayur yang ditanam di belakang kantor dan hasilnya, daun sayur tersebut menguning sehingga bisa dipastikan, bahwa air tersebut tercemar kuman," kata Salensi.
Menurut Salensi, perlu perhatian secara serius dari instansi terkait dan harus melakukan penelitian lebih lanjut untuk menemukan penyebab pencemaran air pada sumur Tedens agar bisa diatasi dan bisa dikonsumsi masyarakat setempat yang kesulitan air bersih.
Salensi mengatakan, untuk mencari tahu itu masyarakat mencoba menggali sebuah sumur yang berjarak kurang lebih lima meter dari sumur Tedens dan ternyata airnya tidak tercemar dan dikonsumsi untuk kebutuhan keluarga.
"Masyarakat semakin mencurigai dan menduga bahwa ada peresapan oli kotor melalui kali bawah tanah," katanya. (mas)