Laporan Jumal Hauteas
SMK St. Mathilda Layani Pengobatan Gratis
MAUMERE, PK --- Dalam rangka membangun kesadaran dan peranserta masyarakat dalam perilaku hidup bersih dan sehat, panitia Hari Ulang Tahun (HUT) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) St. Mathilda-Maumere melakukan pengobatan gratis dan pemeriksaan jentik nyamuk.
Pantauan Pos Kupang, Selasa (9/3/2010), kegiatan pengobatan gratis dilakukan di Polindes Desa Wairkoja, Kecamatan Kewapante, diawali dengan penyuluhan tentang malaria, demam berdarah dengue (DBD) dan diare yang disampaikan tiga anak kelas II SMK St. Mathilda, jurusan keperawatan.
Mereka yang menyampaikan persoalan kesehatan ini, masing-masing Astuty Zero (Malaria), Florianus Orvan (DBD), dan Selviana Hasna Nuel (Diare). Ketiganya mampu menyampaikan materi tentang sebab, gejala, penanganan hingga upaya pencegahan kepada ratusan masyarakat yang hadir mengikuti kegiatan tersebut.
Ketua Panitia HUT SMK St. Mathilda-Maumere, Petrus K. Lebao, S.Fil., M.Pd., kepada Pos Kupang, menjelaskan, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian SMK St. Mathilda, untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat untuk berperilaku hidup sehat dan bersih di lingkungan rumah tangga masing-masing, demi mencegah terjadinya wabah penyakit, seperti malaria, diare, DBD, dan lain sebagainya.
Pada pembukaan kegiatan tersebut, Kepala SMK St. Mathilda, drg. Yosephine Sri Sudarnigsih, menjelaskan, hadirnya SMK St. Mathilda sebagai sebuah lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Yayasan Abraham, pimpinan dr. F. X. Lameng untuk memberikan alternatif tambahan bagi masyarakat Sikka yang ingin menyekolahkan anak-anaknya ke tingkat Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK).
"Kalau dulu hanya ada SMA dan STM, saat ini, SMK St. Mathilda-Maumere hadir untuk memberikan pilihan lain bagi anak-anak yang ingin mendalami tentang dunia keperawatan, dan farmasi secara lebih dini," jelasnya.
Ketua Yayasan Abraham, dr. FX. Lameng, yang juga Kepala Puskesmas Nele, menguraikan pentingnya memberikan pengetahuan kesehatan kepada masyarakat untuk dapat melakukan pencegahan secara dini untuk menghindari mewabahnya diare, malaria dan DBD. (bb)