Hujan di NTT Masih Sporadis
KUPANG, POS KUPANG.Com -- Hujan pada sejumlah daerah di NTT masih bersifat sporadis. Hujan saat ini banyak dipengaruhi oleh faktor lokal, seperti ketinggian tempat, pembentukan awan dan angin.
Kepala Stasiun Klimatologi Klas II Lasiana Kupang, Ir. Purwanto, mengatakan hal itu saat ditemui Pos Kupang di kantornya di Lasiana, Kamis (26/11/2009). Ia ditemui berkaitan hujan yang terjadi beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah di NTT.
Menurut dia, saat ini hujan yang terjadi di wilayah NTT masih bersifat hujan lokal dan terjadi secara sporadis karena dalam satu wilayah hujan yang turun hanya pada lokasi tertentu.
"Hujan masih terjadi sporadis pada wilayah tertentu, atau kita kenal dengan hujan lokal. Curah hujan saat ini belum merata karena dipengaruhi oleh beberapa faktor lokal seperti topografi dan cuaca lainnya, misalnya, angin," papar Purwanto.
Karena itu, kata Purwanto, para petani di daerah yang masuk musim hujan bisa menyiapkan lahan untuk mulai menanam. Meski begiu, petani harus tetap memperhatikan perkembangan curah hujan di wilayah masing-masing sebelum menanam.
Ditanyai waktu musim hujan yang intens, Purwanto menjelaskan, secara teroritis suatu wilayah dikategorikan masuk musim hujan atau awal musim hujan apabila terjadi curah hujan lebih besar atau sama dengan 50 milimeter (mm) selama 10 hari, kemudian diikuti oleh hujan yang sama selama 10 hari. "Kalau turun hujan 10 hari berturut dengan curah hujan lebih besar atau sama dengan 50 mm, kemudian disusul agi hujan selama 10 hari, maka itu menandakan suatu wilayah telah masuk awal musim hujan," katanya.
Purwanto mengatakan, peluang terjadinya hujan pada beberapa wilayah karena adanya awan comunilimbus (awan tebal yang terkonsentrasi pada satu titik) dan saat ini awan itu belum merata karena dipengaruhi oleh angin.
"Kalau awan itu terfokus pada satu titik dan tidak ada angin, maka awan itu berat dan jatuh sebagai hujan.Memang beberapa hari ini, sesuai data pengamatan kami curah hujan mencapai 70 mm, namun kita masih melihat apakah kondisi itu berlangsung lama atau lebih dari 10 hari atau tidak. Kalau kondisi itu selama 10 hari dan dilanjutkan pada 10 hari berikutnya, maka itu awal musim hujan," jelasnya
Ditanyai daerah-daerah di NTT yang sudah mulai hujan, Purwanto mengatakan, hujan sudah mulai turun pada beberapa daerah seperti di Manggarai bagian utara, Ruteng dan Labuan Bajo di Manggarai Barat serta sebagai Flores Timur. Sedangkan Waingapu dan Alor hujan paling cepat baru akan turun Desember 2009. "Hujan yang turun sangat dipengaruhi oleh awan atau proses pembentukan awan, jika awan tebal dan tidak ada angin atau faktor lain, maka jelas akan turun hujan. Dalam prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan pada Desember akan merata hampir di seluruh NTT," ujarnya.
Pantauan Pos Kupang, petani beberapa daerah seperti, Kupang Barat, Nekamese, Amarasi dan juga wilayah pinggiran Kota Kupang seperti Kecamatan Alak, warga sudah menyiapkan lahan dengan mengolah tanah serta membersihkan kebun untuk menanti saat menanam.
Mengenai musim tanam yang tepat bagi petani, Purwanto menyarankan, para petani di beberapa wilayah di NTT perlu menyesuaikan musim tanam dengan curah hujan. Pasalnya, iklim yang di NTT tahun ini mengalami perubahan akibat el nino. Petani yang mau menanam harus melihat perkembangan curah hujan di wilayahnya masing-masing.
Purwanto menjelaskan, hujan yang terjadi di sejumlah wilayah sekarang ini adalah hujan akibat pengaruh lokal seperti topografi, awan dan angin. "Karena itu, petani yang hendak tanam harus menyesuaikan dengan perkembangan curah hujan yang terjadi di wilayah setempat. Kesalahan melihat kondisi itu dapat berdampak pada tanaman yang ditanam," katanya.
Menurut dia, daerah-daerah yang sudah masuk musim hujan saat ini bisa melakukan persiapan lahan pertanian, benih, pupuk dan obat-obatan. "Bagi daerah-daerah tersebut, petani yang hendak menanam perlu memperhatikan perkembangan kondisi iklim sehingga tidak menimbulkan hal-hal seperti kegagalan tanam atau pengaruh lainnya," kata Purwanto. (yel)