Minggu, 19 April 2026

Laporan Benny Jahang

Siswa SD Batakte Tewas Tenggelam di Oenesu

KUPANG, POS KUPANG.Com -- Rinto Doki (9), siswa kelas IV SD Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, tewas tenggelam di lokasi wisata air terjun Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, Rabu (18/11/2009) pukul 17.30 Wita. Jenazah korban ditemukan tim penyelamat pukul 22.30 Wita dalam air sedalam delapan meter dengan kondisi kepala masih terjepit di antara akar pohon.

Yul Doki, ayah korban yang ditemui Pos Kupang di rumah duka di RT 06/RW 02, Kelurahan Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Kamis (19/11/2009), menjelaskan, tenggelamnya korban bermula ketika korban pulang mencari kayu api di kawasan air terjun Oenesu.

Setelah mencari kayu api, kata Yul Doki, korban pulang ke rumah untuk menyimpan kayu-kayu api yang dicari di kawasan hutan Oenesu. Setelah itu, korban bersama kakaknya, Marthen Doki (13) dan pamannya Dance Bala (24), pergi mandi di lokasi air terjun Oenesu sekitar 1,5 km dari rumah korban dengan berjalan kaki. Ketika tiba di lokasi kejadian, ketiganya mandi dengan cara melompat ke dalam air dari atas tebing di Oenesu setinggi 40 meter.

"Yang melompat pertama adalah Dance Bala diikuti Marthen Doki. Sedangkan korban Rinto Doki melompat ke dalam air pada urutan ketiga," ujarnya.

Ketika Dance Bala bersama Marthen Doki muncul ke permukaan air, ternyata korban yang masih duduk di kelas IV SD Batakte itu tidak muncul ke permukaan air. Dance Bala dan Marthen Doki kemudian mencarinya ke dalam air, namun tidak membuahkan hasil. Karena tidak berhasil, keduanya lalu melaporkan kejadian itu kepada Yul Doki, ayah korban. B

ersama sejumlah warga, Yul Doki melakukan pencarian menggunakan alat penerangan seadanya, namun tetap tidak membuahkan hasil. Karena itu, sejumlah warga Batakte melaporkan peristiwa itu kepada aparat kepolisian di Polsek Kupang Barat. Yul Doki mengatakan, jenazah korban Rinto Doki baru berhasil ditemukan pukul 21.30 Wita oleh dua penyelam, yaitu Ratu Dia dan Jembo dari Polsek Kupang Barat. Ketika ditemukan, kepala korban terjepit di antara akar pohon pada kedalaman air delapan meter dalam kondisi tidak bernyawa.

"Waktu ditemukan penyelamat, posisi tubuh korban seperti sedang berlutut dengan posisi kepala terjepit di antara akar pohon," ujar Yul Doki. (ben)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved