Kamis, 28 Mei 2026

Laporan Marsel Ali

Limbah Batang Pisang Jadi Tas

RAMBUT lelaki itu sudah uban. Tapi jari jemarinya begitu terampil memintal tali dari pelepah batang pisang beranga kelimutu. Ia bukan asal pintal. Pintalan itu untuk dibuatkan tas buah.

Tayang:

Itu sekilas aktivitas  Lukas Doro (70), pada Selasa (11/8/2009) siang. Saat itu sejumlah petani asal Detusoko, Kabupaten Ende, sedang mengunjungi Kebun Uji Politani Negeri Kupang di Baumata, Kabupaten Kupang.
Petani asal Detusoko mendatangi kebun tersebut untuk melihat dari dekat budidaya pisang beranga kelimutu. Kebun Politani itu mulai dirintis tahun 2004. Pada lahan itu dikembangkan aneka tanaman produktif termasuk pisang beranga kelimutu, sebagai contoh bagi masyarakat.
Saat kunjungan itu, terungkap bahwa Politani juga telah memikirkan hal lain. Batang pisang bukan hanya sebagai pakan ternak, tapi bisa dijadikan aksesoris yang unik. Maka munculah ide membuat tas buah. Minimal, tas itu untuk pisang masak.
Dijelaskannya, pelepah pisang itu setelah dipisahkan dari batang, dijemur beberapa hari hingga benar-benar kering. Langkah berikutnya, disuir menjadi bagian tersendiri memudahkan untuk proses lanjutan, yakni membuat tali. Tali itu kemudian dianyam menjadi tas.
Tas itu menyerupai keranjang, sehingga pisang beranga yang telah ranum, bisa dimasukan ke dalamnya agar mudah dibawa kemana saja. Ternyata, keterampilan membuat tas buah itu bukan hal gampang. Didahului dengan pelatihan. Dan pelatihnya,  adalah Mateus Rupa. Mateus yang mengajar bagaimana membuatkan tas itu.
"Kalau selama ini, kita cenderung membeli pisang beranga dan membungkusnya dalam tas plastik, itu tidak arif. Makanya dibuatlah tas buah dari pelepah pisang ini. Ini bisa ditiru. Pisang di Detusoko bisa dijual dengan cara ini. Kita harus bisa memanfaatkan apa yang ada pada kita," ujar Mateus.
Seperti yang diakui Lukas Doro, membuat kerajinan tas buah dari batang pisang beranga tidaklah sulir. Kalau benar-benar tekun, paling lama satu jam bisa menghasilkan satu tas buah. Tas itu tidak saja untuk menjual pisang beranga tetapi juga untuk buah-buahan lain. "Tas ini banyak manfaatnya," ujar pria yang biasa disapa ba'i (kakek) ini. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved