Kamis, 4 Juni 2026

Laporan Obby Lewanmeru

Warga Bolok Jual Kayu dan Arang

KUPANG, POS KUPANG.Com --- Warga Desa Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang menjual kayu bakar dan arang. Kebanyakan kayu bakar dan arang yang dijual adalah jenis kayu kesambi.

Tayang:

Pantauan Pos Kupang Kamis (6/8/2009), sepanjang jalan terutama di RT 12/RW 07, terdapat beberapa warga yang menjual kayu bakar di depan rumah mereka. Kayu bakar itu diambil dari pohon kesambi di wilayah setempat, dipotong dengan ukuran panjang sekitar satu meter. Kayu-kayu itu diletakkan di pinggir bahu  jalan atau sekitar pagar halaman rumah sehingga mudah dilihat pembeli. Sementara arang juga berasal dari kayu kesambi yang dibakar sendiri oleh warga.
Orfiana Ngaing dan Hana Bamae, dua warga setempat yang ditemui, kemarin, mengatakan bahwa selama ini mereka cukup terbantu dengan hasil penjualan kayu bakar dan arang. "Dengan menjual kayu bakar dan arang ini kami dapat menyekolahkan anak- anak kami," kata Orfiana Ngaing dan dibernarkan Hana Bamae.
Menurut Ngaing, kayu bakar yang selalu dijual  adalah kayu-kayu yang dikumpulkan dari hutan dan dibawa ke rumah lalu dipotong berukuran sekitar satu meter. "Kayu yang sudah kami potong dengan panjang satu meter kemudian disusun setinggi satu meter dan dijual dengan harga Rp 100.000," katanya.
Keduanya mengatakan bahwa pekerjaan menjual kayu bakar sudah lama mereka tekuni dan sudah menjadi mata pencaharian.
Selain itu, mereka juga menanam  kacang  tanah dan hasilnya dijual. Namun menanam kacang tanah hanya dilakukan pada musim hujan. Pada musim panas mereka beralih mencari kayu bakar untuk dijual.
Sedangkan soal arang, mereka menjual dalam bentuk karung yang rata-rata dijual dengan harga Rp 10.000 per karung.
Kepala Desa Bolok, Maxi Ulin yang ditemui di kantornya, mengatakan, hanya beberapa warga saja  yang berprofesi sebagai penjual kayu dan arang, sementara lainnya adalah petani dan nelayan.
"Mereka itu sebenarnya petani dan juga nelayan. Di desa ini memang agak kompleks mata pencaharian, ada petani, nelayan dan pegawai serta swasta," kata Ulin. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved