Pelabuhan Biu, Pintu Masuk Sabu
POS-KUPANG.COM---APA yang mesti dilakukan Penjabat Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, di awal kekuasaannya? Tentu sederet program akan dikerjakan. Pekerjaan yang paling besar dan menyita banyak dana adalah infrastruktur.
Di tengah keterbatasan dana, Thobias Uly tak patah arang. Untuk transportasi laut, Uly berencana memanfaatkan kembali Pelabuhan Biu di Kecamatan Sabu Timur. Pelabuhan yang dibangun atas bantuan Jaika Jepang sejak tahun 1997 ini akan menjadi salah satu pintu masuk ke Sabu.
Rencana itu disampaikan Uly ketika di Seba, Jumat (5/6/2009) lalu. Uly mengatakan, saat ini Pelabuhan Biu terlantar tanpa perawatan sama sekali. Karena itu dia ingin agar pelabuhan ini dioptimalkan kembali. "Kondisinya makin kropos karena tidak lagi terawat. Sekarang telah dijadikan masyarakat untuk memancing," kata Uly.
Menurut rancangannya, terang Uly, pelabuhan ini sangat penting untuk mendukung sarana transportasi. Selain itu, di sekitarnya akan dibangun sarana umum seperti penginapan dan pelayanan publik lainnya. "Untuk rencana jangka panjang tersebut, saya akan koordinasikan dengan dinas perhubungan," kata Uly.
Untuk transportasi udara, Uly juga berencana memindahkan Bandar Udara Teradamu di Kecamatan Sabu Barat. Menurutnya, lokasi bandara itu tidak lagi strategis untuk jalur transportasi udara sehingga harus dipindahkan ke lokasi lain. Di Bandara Teradamu, kata Uly, akan dibangun sarana pelayanan umum masyarakat seperti sentral pertokoan.
Menyangkut lahan, lanjut Uly, seorang tokoh masyarakat dari Desa Eilode, Kecamatan Sabu Tengah telah membebaskan tanahnya seluas puluhan hektar untuk membangun bandara yang baru. "Bandara itu kemudian bisa kita jadikan bandara transit," kata Uly.
Lebih lanjut Uly mengatakan, alasan lain pemindahan lokasi bandara tersebut karena ia berencana mengembangkan Ibu kota Sabu Raijua dari Seba menuju ke Mania, bagian timur Pulau Sabu. "Untuk pembangunan kedua sarana transportasi tersebut, kita juga akan mencari investor yang mau menanamkan modalnya di Sabu Raijua," ujar Uly. (aa)