TOPIK

Oleh Petrus Y Wasa

Tak Kenal, Maka Tak Sayang

SIANG itu Wanda pulang dari sekolah dengan wajah cemberut. "Wah, payah. Katanya kita sekarang hidup dan belajar di zaman moderen, tapi kok masih disuruh mempelajari hal-hal yang kuno dan sudah ketinggalan zaman," ujar Wanda kesal sambil membanting tas sekolahnya di atas sofa ruang tengah. Mama yang sejak tadi asyik menonton infotemen dibuat terkejut olehnya.

  • Si Buya, Simbol Perjuangan Melawan Ketidakadilan

    SETELAH cicak, buaya dan gurita, kini giliran seekor kerbau bernama Si Buya yang melejit namanya ke deretan bintang fabel politik di negeri ini. Berawal dari kehadiran Si Buya bersama para demonstran dalam demonstrasi di bundaran Hotel Indonesia (HI) pada 28 Januari 2010. Meski hanya sesaat, namun kehadiran Si Buya berhasil mencuri perhatian khalayak. Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun terusik oleh kehadiran si Buya.

  • Gerakan Rakyat, Sesat Pikir dan Supremasi Hukum

    MASIH lekat dalam ingatan kita rangkaian kata manis yang diumbar ketika reformasi digulirkan di negeri ini sebelas tahun silam. Salah satu rangkaian kata manis yang dibungkus dalam kado yang disebut agenda reformasi itu adalah penegakan supremasi hukum. Penegakan supremasi hukum itu artinya hukum menjadi supremasi tertinggi atau menjadi panglima di negeri ini.

  • Awas Formalisme Hukum

    PERANG cicak melawan buaya telah menyita perhatian masyarakat Indonesia beberapa pekan belakangan ini. Perang itu diawali kegeraman Kabareskrim Mabes Polri, Komisaris Jenderal Polisi Susno Duadji, yang mengetahui bahwa teleponnya disadap oleh komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Telepon Susno disadap dalam kaitan dengan kasus korupsi pengadaan sistem komunikasi radio di Departemen Kehutanan RI oleh PT Masaro dengan Direktur Utama, Anggoro Wijoyo.

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help