TOPIK

Oleh Dominggus Elcid Li

  • Tambang, Kartel Politik, dan Otoritarianisme Pasar

    DESENTRALISASI, pasca rezim Orde Baru, yang kita tengah hadapi bukanlah dekonstruksi ruang politik di mana rakyat semakin mendapatkan peluang dan ruang bicara, tetapi desentralisasi sebagai instrumen pemudahan akses terhadap hasil-hasil alam sebagai bagian dari kebutuhan industri, tanpa diimbangi dengan hak berpolitik rakyat. Suara rakyat 'dibonsai'.

  • Pembangunan Bukan Kuburan Massal

    KETIKA kematian rakyat bukan menjadi persoalan, lantas untuk siapa sebenarnya kue pembangunan (baca: tambang) itu? Ketika kematian hanya sekadar menjadi berita di koran dan dilupakan, masihkah ada idealisme di balik program kerja para pejabat pemerintah? Jika penderitaan dan kematian yang sekarang di depan mata saja tidak dianggap, apakah masih perlu berdebat soal hidup sejahtera karena tambang di masa depan, sambil menghitung berapa keuntungan yang mungkin diperoleh?

  • Menimbang Imajinasi Perbatasan

    PERBATASAN negara pada umumnya dimengerti sebagai batas geografis semata. Sebagai batas negara, perbatasan itu tak hanya sekadar 'garis imajiner' yang dianggap membatasi satu negara dan negara lainnya. Dikatakan sebagai garis imajiner karena konkritnya 'garis' merupakan pertemuan dua titik. Jadi garis tak hanya merupakan 'batas' tetapi juga merupakan 'titik pertemuan'.

  • Agama, Pemilu, dan Negarawan

    SETELAH isu 'neolib' agak meredup, persoalan agama menjadi komoditas lanjutan di ujung kampanye. Identitas agama dalam politik Indonesia terkini seharusnya tidak dilepaskan dari pengertian kewarganegaraan (citizenship) di Republik ini.

  • Sinyal Rektor Undana

    KETIKA HP (handphone) masih jadi barang baru beberapa tahun silam ada humor kering begini. "HP sudah ada Bapa, tapi tidak ada sinyal nanti..." Lalu dijawab Paitua, "Baik anak, kalau begitu tolong beli sinyal sekalian biar kita bisa pakai kontak kamu."

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help