|
Ke Kupang Bawa Misi Ibu Negera
Senin, 7 Juni 2010 | 11:42 WITA
KUPANG, SPIRIT--Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) berkunjung ke Kota Kupang, Senin (17/5/2010), dengan membawa lima misi dari ibu negara Ny. AnyYudhoyono. KUPANG, SPIRIT--Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) berkunjung ke Kota Kupang, Senin (17/5/2010), dengan membawa lima misi dari ibu negara Ny. AnyYudhoyono. "Lima misi ibu negera itu adalah Indonesia sehat, Indonesia pintar, Indonesia peduli, Indonesia hijau dan Indonesia kreatif," kata Koordinator Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), Ny. Dhani Hendarman Supanji ketika berkunjung ke RSUD Prof. Dr. WZ Johannes Kupang, Senin (17/5/2010). Misi Indonesia sehat, kata istri Jaksa Agung, itu akan dilakukan sejumlah kegiatan di antaranya operasi katarak, operasi bibir sumbing, pembagian obat cacing untuk anak sekolah di Kota Kupang dan sejumlah kagiatan lainnya. Sedangkan misi Indonesia pintar, tambahnya, SIKIB akan memberikan bantuan sejumlah fasilitas buku untuk rumah pintar yang telah dibangun pemerintah Kota Kupang di Kelurahan Naioni. "Kita juga memberikan sejumlah mobil pintar untuk aktivitas mobile perpustakaan keliling," katanya dan menambahkan, misi Indonesia hijau, SIKIB akan melakukan penanaman sejumlah anakan pohon di sejumlah lahan di wilayah Kota Kupang dan sekitarnya. Kunjungan SIKIB ke RSUD Prof. Dr. WZ Johannes Kupang yang merupakan rumah sakit rujukan milik pemerintah Provinsi NTT itu, untuk melihat para pasien yang hendak melakukan operasi mata akibat katarak. Ketua tim dokter ahli mata dari Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, M Kautsar Boesoirie secara terpisah mengatakan jumlah pasien katarak yang ada mencapai sekitar 200 orang, namun semuanya masih perlu pemeriksaan kondisi kesehatan pasien sebelum dioperasi. "Kami masih harus cek kesehatan para pasien yang akan dioperasi. Kalau pasiennya menderita gula darah dan atau darah tinggi, kita tidak perlu lakukan operasi," katanya. Menurut dia, 90 persen penderita katarak karena faktor usia, namun pola hidup sehat yang kurang terawat sejak masih usia dini juga menjadi penyebab terjadinya katarak pada saat usia lanjut. "Pengaruh kekurangan gizi dan radiasi matahari bisa menjadi penyebab katarak," katanya menambahkan. Wakil Direktur RSUD Prof. Dr. WZ Johannes Kupang, Ny. Rita Enny, mengaku rumah sakit milik pemerintah Provinsi NTT belum memiliki alat operasi katarak, meski sudah ada tiga orang dokter ahli mata. Menurut dia, setiap harinya terdeteksi lima hingga enam pasien penderita katarak, namun belum bisa ditindaklanjuti dengan operasi karena belum ada alatnya. (kotakupang.com) (Pos Kupang)
komentar
|
|