|
Dilarang Pungut Uang Ijazah
Senin, 7 Juni 2010 | 11:39 WITA
MAUMERE, SPIRIT--Bupati Sikka, Drs. Sosimus Mitang, melarang pengelola sekolah di daerah itu melakukan pungutan terhadap siswa/siswi yang mengurus ijazah kelulusan, baik tingkat SMU/SMK maupun SLTP. Sebab, pungutan itu harus memiliki dasar hukum sebagai bentuk pertanggungjawaban publik. MAUMERE, SPIRIT--Bupati Sikka, Drs. Sosimus Mitang, melarang pengelola sekolah di daerah itu melakukan pungutan terhadap siswa/siswi yang mengurus ijazah kelulusan, baik tingkat SMU/SMK maupun SLTP. Sebab, pungutan itu harus memiliki dasar hukum sebagai bentuk pertanggungjawaban publik. Larangan Bupati Sosimus ini menindaklanjuti pengaduan sejumlah orangtua/wali murid perihal praktik pungutan yang dibebankan kepada siswa yang mengurus ijazah kelulusan pada salah satu SMU negeri di Maumere. Berdasarkan informasi, untuk mengurus ijazah, setiap siswa dibebankan pungutan lebih dari ratusan ribu rupiah. "Sekolah negeri itu aset pemda dan dana operasionalnya dianggarkan pemerintah. Karena itu, tidak benar untuk melakukan pungutan apa pun. Kalaupun pungutan-pungutan tersebut berkaitan dengan biaya-biaya alat tulis kantor (ATK) dan lain sebagainya, maka perlu dipertanyakan. Apakah sekolah tersebut mempunyai anggaran untuk ATK atau tidak?" tanya Bupati Sosimus di hadapan para kepala sekolah SMU dan SMK se- Kabupaten Sikka, di Aula Setda Sikka, Jumat (7/5/2010). Bupati Sosimus mengharapkan agar para orangtua dan murid tidak dipersulit dengan pungutan-pungutan yang membebankan. Selain tidak dibenarkan karena tidak punya dasar hukum, biaya pendidikan untuk jenjang yang lebih tinggi semakin mahal. Seharusnya, kata dia, pihak sekolah bangga terhadap siswanya yang lulus. Sebab dengan sendirinya membawa citra dan nama sekolah yang baik dengan memberikan secara gratis legalisir dan sebagainya. Bupati Sosimus Mitang berharap agar dengan merosotnya persentase kelulusan tingkat SMU dan SMK menjadi sebuah permenungan dan introspeksi sejauh mana tanggung jawab guru dalam melaksanakan tugas. Namun demikian, bupati berharap dengan adanya ujian ulangan para kepala sekolah dan guru menyiapkan dengan baik untuk meningkatkan persentase kelulusan. (poly/humas sikka) (Pos Kupang)
komentar
|
|