SATU RESEP
Senin, 7 Juni 2010 | 11:36 WITA

RUANG rapat pimpinan Perum LKBN Antara di Wisma Antara Jakarta Lantai 19, terasa begitu sejuk pada Selasa (20/4/2010). Direktur SDM dan Umum Perum LKBN Antara, Rajab Ritonga, tampak keluar masuk ruangan rapat sambil menunggu kedatangan Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, dan Direktur Komersial dan

RUANG rapat pimpinan Perum LKBN Antara di Wisma Antara Jakarta Lantai 19, terasa begitu sejuk pada Selasa (20/4/2010). Direktur SDM dan Umum Perum LKBN Antara, Rajab Ritonga, tampak keluar masuk ruangan rapat sambil menunggu kedatangan Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, dan Direktur Komersial dan Teknologi Perum LKBN Antara, Rully Ch Iswachudi. Sekitar pukul 14.00 WIB, Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe masuk ke ruang rapat pimpinan didampingi Kabag Humas Setda Kota Kupang, Noce Nus Loa. Kunjungan Walikota Kupang ke Wisma Antara tersebut untuk menjalin hubungan kerja sama dengan Perum LKBN Antara guna mengisi konten berita di webside milik pemerintah Kota Kupang www.kotakupang.com. Walikota Kupang, Drs. Daniel Adoe, yang lahir di Pulau Rote, sebuah pulau terselatan di Indonesia di wilayah NTT pada 1 Agustus 1950 itu, tampak masih tetap awet muda meski usianya sudah mencapai 60 tahun. Rajab Ritonga seakan tak sabar untuk menanyakan resep awet muda kepada suami Ny. Welmintje Apriana Benjamin dan ayah enam orang anak itu. "Resep awet mudanya hanya satu, janganlah membuat orang susah dan sakit hati. Berbuat baik kepada semua orang, pasti akan mendapat berkat dan berkah yang berlimpah dari Tuhan. Ini prinsip hidup saya, dan saya tidak pernah membuat orang susah," katanya. Pria berkumis tipis yang juga Ketua Forum Nasional Demokrat NTT ini menambahkan, "Jika kita berbuat baik kepada orang tanpa membedakan agama, suku, ras dan golongan serta kaya dan miskin, kita akan banyak didoakan." "Kondisi ini saya alami ketika maju menjadi calon Walikota Kupang periode 2007-2012 pada tiga tahun lalu. Saya banyak didoakan oleh orang-orang yang hidupnya susah dan semua umat beragama," kata mantan Walikota Kupang periode 2002-2007 itu. Ketika menjabat sebagai Wakil Walikota Kupang mendampingi Samuel Kristian Lerik sebagai Walikota, salah satu tokoh Partai Golkar NTT ini nyaris tak pernah diberi kepercayaan oleh Walikota untuk mengurus pemerintahan dan kemasyarakatan. Namun, dalam kegiatan sosial kemasyarakatan Daniel Adoe nyaris tak pernah alpa jika melihat warganya ditimpa musibah atau bencana alam. Inilah yang menjadi modal utama Daniel Adoe untuk melangkah maju menjadi calon Walikota Kupang periode 2007-2012 melalui pintu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ketika Partai Golkar menjegalnya masuk melalui pintu Pohon Beringin. Ia kemudian melamar Daniel Hurek, Ketua PKB Kota Kupang sebagai wakilnya. Daniel Hurek tampak risih untuk maju mencalonkan diri menjadi Wakil Walikota Kupang mendampingi Daniel Adoe. Hal ini terjadi karena Daniel Hurek tidak memiliki dana yang cukup untuk maju dalam gelanggang politik tersebut. Daniel Adoe kembali meyakinkan sahabatnya Daniel Hurek bahwa uang bukan segalanya dalam urusan politik. Politik memang membutuhkan uang, tetapi bukan menjadi penentu kemenangan. "Modal kita sudah ada. Saya mendapat simpati penuh dari rakyat Kota Kupang karena merasa ikut teraniaya selama lima tahun menjadi Wakil Walikota Kupang," kata Daniel Adoe ketika itu. Ketika pentas Pilkada Kota Kupang digelar, Daniel Adoe bersama pasangannya Daniel Hurek, keluar sebagai pemenang. Sebagai seorang politisi senior, Adoe sangat yakin dengan feeling politiknya, karena sudah lama berada dalam rahim Golongan Karya meski berstatus sebagai PNS (pegawai negeri sipil). Ia mulai merintis karir politiknya sejak 17 Juli 1987 ketika terpilih menjadi anggota DPRD NTT periode 1987-1992. Pada periode 1992-1997, Daniel Adoe justru dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRD NTT dari Golkar. Selepas dari gelanggang politik, ia kembali ke arena birokrasi sebagai Kepala Biro Bina Lingkungan Hidup Setda NTT antara 1998-1999, dan Kepala Biro Organisasi Setda NTT dari 1999-2002. Ketika hajatan politik di Kota Kupang berlangsung, ia pun dilamar Samuel Kristian Lerik menjadi Wakil Walikota Kupang dari Partai Golkar. Dalam pemilihan yang dilakukan anggota DPRD Kota Kupang pada Juni 2002, pasangan Samuel Kristian Lerik-Daniel Adoe terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota Kupang periode 2002-2007. Tatkala pentas Pilkada Kota Kupang kembali bergulir, Daniel Adoe dan Daniel Hurek atau lebih populer dengan sebutan Duo Dan, keluar sebagai pemenang. Pada 1 Agustus 2007, keduanya dilantik menjadi Walikota dan Wakil Walikota Kupang periode 2007-2012 oleh Wakil Gubernur NTT Frans Lebu Raya (kini Gubernur NTT). Berbagai gejolak dan tekanan politik yang dihadapi, membuat Daniel Adoe tambah matang sehingga membuat tetap awet muda lantaran tak pernah mau berbuat susah kepada orang lain. (kotakupang.com) (Pos Kupang)

Share on Facebook  
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
Copyright © 2009 PERSDA NETWORK – All rights reserved  |  About Us  |  Privacy policy  |  Terms of use  |  Contact Us  |