|
Diluncurkan, Buku Wisung Fatima Lela
Spirit NTT Nomor 183 Tahun IV, Edisi 2-8 November 2009
Pos Kupang Pos Kupang.com Rabu, 11 November 2009 | 09:59 WITA
MAUMERE, SPIRIT--Selama ini banyak orang bertanya tentang Wisung Fatima Lela, terutama sejarah kehadirannya. Akhirnya di sela-sela perayaan ekaristi pada ziarah di Wisung Fatima Lela, belum lama ini, buku sejarah berjudul, "Maria Fatima Dari Cova da Iria Sampai Lela," pun diluncurkan. Buku yang ditulis Romo Richard Muga Buku, Pr, ini untuk memenuhi dan menjawab daftar tanya perihal Wisung Fatima Lela. Buku ini berisikan sejarah kisah penampakan Bunda Maria di Cova da Iria, Fatima, Portugal kepada Lusia, Franssesco, dan Yasinta dengan pesan-pesan yang disampaikan Bunda Maria dalam rangkaian penampakan dimaksud. Selain itu, buku ini berkisah tentang perjalanan Arca Maria dari Fatima yang mengunjungi Flores pada Agustus tahun 1951. Buku ini pun mengulas sejarah berdirinya Wisung Fatima Lela yang diprakarsai Pastor Paroki Lela kala itu, P. H Bolscher SVD, P. Van Es SVD dan Kapitan Lela saat itu, M Kristianus da Silva. Dalam buku tersebut, Uskup Maumere Mgr. Gerulfus Kherubim Pareira, SVD, memberikan kata pengantar, antara lain mengajak umat untuk tidak saja hidup dari liturgi tetapi juga meneguhkan iman melalui berbagai bentuk devosi (berdoa menyerahkan diri), terutama devosi kepada St. Perawan Maria. Untuk diketahui, peluncuran buku ini bertepatan dengan 60 tahun usia Wisung Fatima Lela. Wisung Fatima Lela memiliki lokasi sekitar tiga hektar lebih. Di dalam lokasi wisung ditata/dibangun empat rumah kecil untuk mentahtakan sakramen dan Arca Bunda Maria. Di atas lokasi ini dibangun pula stasi/perhentian untuk mengenang misteri wafat Kristus. Ada salib besar yang dipasang di bukit/golgota yang dapat dilihat oleh siapa saja bila hendak memasuki Wisung Fatima Lela. Keberadaan Wisung Fatima Lela semakin indah dan menawan karena di sekitar tangga menuju rumah pentahtaan Bunda Maria ditanami aneka bunga. Demikian juga di areal Wisung Fatima Lela tumbuh dan hidup aneka pohon penghias dan peneduh yang melindungi peziarah dari terikan matahari. (johnoriwis/humas sikka) (Hansen Pah)
komentar
|
|