Bere: Pabrik Es Mini Beroperasi 2010
ATAMBUA, SPIRIT---Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskan) Belu berjanji akan mengoperasikan pabrik es mini pada tahun 2010 untuk mendukung usaha tambak rakyat di daerah itu.
Kamis, 29 Oktober 2009 | 11:10 WITA

Dalam program tahun 2010, Diskan Belu mengandalkan usaha tambak rakyat dan rumput laut sebagai penopang pendapatan asli daerah (PAD). Penentuan kedua program prioritas ini setelah tim khusus melakukan survai di lapangan bahwa potensi ini cukup menjanjikan.

Kepala Diskan Belu, Donatus Bere, S.H menyampaikan hal ini kepada SPIRIT NTT di ruang kerjanya, Jumat (16/10/2009). Donatus menjelaskan, terkait kebijakan umum anggaran (KUA) 2010, pihaknya sudah memaparkan program utama di hadapan bupati dan pimpinan SKPD lainnya, pekan lalu.

Pada pemaparan itu, pihaknya menyampaikan program prioritas dalam upaya meningkatkan PAD Belu terutama peningkatan pada program rumput laut dan tambak rakyat karena potensi lapangan sangat memungkinkan.

"Sebelum kita sampaikan konsep, kita punya tim sudah survai. Dan, memang untuk rumput laut di pantai utara Belu kondisinya sangat memungkinkan. Arus lautnya tenang sehingga pembudidayaan rumput laut cukup baik. Selain itu pemasarannya cukup bagus. Salah satu investor dari Jawa bahkan sudah datang survai lokasi, dan dia akan membeli hasil rumput laut bukan dalam bentuk kering tapi basah pun dia siap beli," katanya.

Untuk tambak rakyat, kata Donatus, pada tahun 2010 pihaknya akan menggerakkan warga untuk membuka kawasan baru. Pasalnya, dari hasil tambak ini memiliki prospek yang bagus selain meningkatkan gizi masyarakat juga meningkatkan pendapatannya.

"Kita rencanakan bangun pabrik es mini sehingga hasil tangkapan ikan dari tambak langsung diawetkan. Sambil kita benahi tempat pendaratan ikan (TPI) sehingga hasil ikan itu langsung diantarpulaukan. Pabrik es mini itu kita rencanakan tahun 2010 sudah dapat beroperasi," tambah Donatus. (yon)
 

(Spirit NTT)

Share on Facebook  
1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

dari pada membuat pabrik es mini,lebih baik yang besar sekalian karena kebanyakan pabrik2 es mini yang di programkan oleh pemerintah,tidak berjalan dengan baik..hal ini di sebabkabkan karena tingginya biaya operasional untuk mengoperasikan ice making tersebut..coba anda pikirkan,apabila disuatu daerah tempat beroperasinya ice making tersebut ,yg belum mendapat jaringan listrik industri.otomatis untuk pengoperasian menggunakan genset.dimana penggunaan bahan bakar jauh lebih besar biayanya dibanding harga jual Es yg di produksi..contoh kecil pabrik ES kapasitas 5 ton perhari= 200 balok es @ balok= 25 kg. daya yang digunakan generator 80 kva. pengoperasian generator untuk listrik pabrik ES dalam 1X 18 jam kurang lebih 200 liter solar,kalau dirupiahkan 200 x 7200 =1.440.000,00 harga penjualan ES/balok 10.000 x 150 balok(asumsi terjual semua) =1.500.000, dari biaya bahan bakar saja sdh tidak layak untuk operasional,apalagi untuk menutupi biaya tenaga kerja ( pengelola )dan maintenace pabrik ES. jadi saran kami apabila pemerintah hendak mengadakan pabrik es,..masih lebih baik yang kapasitas besar minimal 10 ton perhari agar hasil penjualan es bisa mengcover biaya operasional pabrik es tersebut..tims

Posted by: andisto | Minggu, 3 April 2011 | 23:01 WITA

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
Copyright © 2009 PERSDA NETWORK – All rights reserved  |  About Us  |  Privacy policy  |  Terms of use  |  Contact Us  |