|
Beralih ke Makanan Padat
Spirit NTT Nomor 182 Tahun IV, Edisi 26 Oktober-1 November 2009
Kamis, 29 Oktober 2009 | 10:48 WITA
BEGITU si kecil berusia 4 bulan, Anda mungkin mulai mengurangi ASI atau susu formula. Tapi, ini bukan berarti anak akan langsung bisa makan dengan rapi. Dapur Anda akan penuh dengan aneka makanan bayi, celemek dan perabotan lainnya. Pada jam makan, bukan hanya tumpahan makanan yang berserakan di lantai, mungkin saja sendok plastik akan melayang bagai pesawat terbang. Tidak perlu stres; dengan sedikit kesabaran, Anda maupun si kecil akan cepat bisa mengatasi situasi ini. Jangan terburu-buru memberi makanan padat selain ASI atau susu formula karena bisa meningkatkan risiko alergi makanan dan obesitas. Sebaiknya, tunggu hingga usia 4-6 bulan untuk mengenalkan makanan padat, saat sistem pencernaannya sudah lebih siap. Tapi, acuannya bukan sekadar usia. Si kecil harus sudah bisa mengangkat kepalanya, bisa duduk tanpa banyak ditopang, dan bisa menahan makanan dengan lidah agar tidak tersedak. Kalau dia penasaran dengan makanan yang Anda santap, berusaha meraih piring Anda, atau menatap Anda saat menyuapkan sendok sup ke mulutnya, itu pertanda dia sudah siap menerima rasa dan tekstur baru dalam menu makanannya. * Mulai dengan Beras Campurkan ASI atau susu formula secukupnya dengan dua sendok teh sereal agar sedikit mencair. Suapkan sedikit demi sedikit dengan sendok yang ujungnya terbuat dari silikon. Siapkan serbet karena dagunya pasti akan berlepotan. Memberi makanan sereal (yang sudah diencerkan) di dalam dot memang lebih mudah, tapi jangan lekas menyerah. "Intinya adalah membiasakan bayi untuk makan dengan cara yang berbeda," kata W. Allan Walker, MD, Direktur Divisi Nutrisi di Harvard Medical School, Boston. "Meski tampak jorok dan membuat frustasi, ini adalah proses yang harus dilalui." Jangan paksa si kecil jika dia menggeleng-gelengkan kepalanya, berpaling, atau menolak untuk membuka mulut setelah satu suap makanan. Kalau dia benar-benar menolak makanan ini, cobalah kembali satu minggu kemudian. Begitu anak sudah terbiasa dengan sereal beras, makanannya bisa dibuat lebih kental dan takarannya ditambah. Namun, jangan berhenti memberi ASI atau susu formula -bayi Anda membutuhkan sedikitnya 4-6 kali dalam sehari untuk mencukupi kebutuhan gizinya. * Mencoba Jenis Lain Setelah bayi Anda biasa makan berbagai jenis sereal, Anda bisa mengenalkan buah atau sayur yang diblender (puree). Tak masalah mana yang lebih dulu diberikan. Tapi, lakukan satu per satu saja. Jika dia memuntahkan puree kacang polong, jangan putus asa. "Bisa saja dia menutup rapat mulutnya atau menggelengkan kepala, ini karena belum terbiasa dengan rasa yang baru," kata Loraine Stern, M.D, profesor klinik bidang pediatrik di University of California, Los Angeles. "Mungkin dia baru akan mau setelah mencoba tiga atau empat kali." * Finger foods dan makanan lain * Cerdas-Aman Mengatur Makanan (Spirit NTT)
komentar
|
|