|
Jepang Serahkan Bantuan Kelambu untuk Warga Sikka
Spirit NTT Nomor 182 Tahun IV, Edisi 26 Oktober-1 November 2009
Kamis, 29 Oktober 2009 | 10:29 WITA
KUPANG, SPIRIT--Pemerintah Jepang melalui Proyek Pencegahan dan Pengawasan Penyakit Menular Malaria (PPMM), Jumat (16/19/2009), menyerahkan bantuan kelambu senilai 9,7 juta Yen untuk masyarakat di Kabupaten Sikka, Pulau Flores. Bantuan hibah untuk orang desa (grassroots) itu diserahkan kepada pusat kesehatan masyarakat (Puskemas) untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkannya, kata Kepala Dinas Kesehatan Sikka, Rudolfus Ali, yang dikonfirmasi melalui telepon genggam dari Kupang, Jumat (16/10/2009).
"Kami baru saja menerima bantuan kelambu dari pemerintah Jepang yang jumlahnya 3.900 lembar". Penyerahan bantuan itu dilakukan di Puskemas Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka atau sekitar 20 menit perjalanan dari Kota Maumere, Sikka, katanya. Acara penyerahan itu dihadiri Sekretaris I Kedutaan Besar Jepang, Yasukawa, General Manager PT Sumitomo Indonesia, Yukihiko dan Direktur Yayasan Bangun Indonesia, Sumengon Sutomo. Direktur Penerangan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Jepang, Masaki Tani, secara terpisah menjelaskan, proyek yang didanai dengan bantuan hibah dari Pemerintah Jepang ini ditangani Yayasan Bangun Indonesia dan penandatanganan kontraknya dilakukan pada Maret tahun ini dengan pemerintah Jepang. Proyek ini menyelenggarakan juga pendidikan bagi masyarakat, pembagian kelambu, workshop dan seminar yang melibatkan lembaga-lembaga kesehatan dengan tujuan untuk mencegah dan mengawasi malaria di tiga desa di sekitar gunung Egon. Tiga desa itu adalah Desa Egon, Nanga Tobong dan Waiterang yang banyak mengalami kasus malaria di Kabupaten Sikka, tambah Rudolfus Ali. Untuk mencegah dan mengawasi malaria, selain dibutuhkan pemahaman masyarakat akan jalur penularan malaria, tetapi juga pentingnya deteksi dini dan pengobatan. Karena itu, penggunaan kelambu atas bantuan pemerintah Jepang ini juga efektif sebagai usaha pencegahan kontak langsung dengan nyamuk malaria.
komentar
|
|