|
DPRD NTT Gelar Rapat Evaluasi APBD dan APBN
Spirit NTT Nomor 182 Tahun IV, Edisi 26 Oktober-1 November 2009
Kamis, 29 Oktober 2009 | 10:19 WITA
KUPANG, SPIRIT--DPRD NTT menggelar rapat evaluasi pelaksanaan APBD dan APBN Propinsi NTT tahun anggaran 2009 di Aula Kelimutu, Gedung DPRD NTT, Rabu (21/10/2009). Agendanya mendengar penjelasan Pemprop NTT yang disampaikan Plt Sekda NTT, Ir. Benny R Ndoenboey. Penjelasan tersebut disampaikan dalam rangka kunjungan kerja DPRD NTT ke kabupaten/kota. Di hadapan anggota DPRD NTT, Ndoenboey menjelaskan, realisasi pelaksanaan APBD Propinsi NTT hingga bulan September 2009 tidak sesuai target dan jadwal yang telah ditetapkan. Dari target sebesar 78,93 persen, realisasi fisik hanya mencapai 39,78 persen. Sedangkan realisasi keuangan hanya mencapai 33,71 persen (lihat tabel). Ndoenboey menjelaskan, hingga September 2009, dari jumlah dana senilai Rp 577.269.216.723, dana yang baru direalisasikan sebesar Rp 194.596.685.550. Sisanya senilai Rp 382.672.531.173. Dikatakannya, deviasi realisasi belanja langsung cukup besar. Deviasi fisiknya mencapai 39,15 persen dan deviasi keuangan mencapai 45,22 persen. Ndoenboey mengatakan, rendahnya capaian pelaksanaan kegiatan sangat berkaitan dengan lambatnya pelaksanaan pelelangan dan pelaksanaan di lapangan. Kondisi itu diakibatkan oleh banyaknya Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang masih mencari lokasi kegiatan setelah DPA disahkan. Terulangnya permasalahan tahun 2008, jelas Ndoenboey, yaitu lemahnya komitmen penyampaian laporan tepat waktu menjadi masalah dalam realisasi APBD. Lemahnya substansi pelaporan yang hanya mengutamakan realisasi fisik dan keuangan kurang memberikan bobot pada permasalahan di lapangan, sehingga sulit mencapai solusi bersama. "Pelaporan belum dijadikan sebagai bagian penting dalam siklus pembangunan, sehingga sering tidak mendapat perhatian. Secara umum bobotnya lebih hanya untuk menghimpun realisasi fisik dan keuangan," ujarnya. Menghadapi masalah ini, jelas Ndoenboey, Pemprop NTT melakukan upaya tindak lanjut jangka pendek dan jangka panjang. Upaya jangka pendek yang dilakukan adalah meningkatkan komitmen pelaksanaan program dan mempercepat pelaksanaan pelelangan bagi yang belum melakukan kontrak. "Kita juga akan melakukan pengendalian secara ketat dan berkoordinasi dengan cepat. Kuasa pengguna anggaran dan penanggung jawab program agar tidak melakukan perjalanan dinas keluar propinsi jika dipandang tidak perlu,"tegasnya. Ia menambahkan, khusus untuk kegiatan yang langsung menyentuh rakyat, diantaranya pertanian, peternakan, kehutanan, dan koperasi, diupayakan pada triwulan pertama. Juga perlu dihindari kegiatan di akhir tahun, karena hal itu dapat mengurangi peluang yang lebih besar bagi masyarakat. (aa)
Realisasi Belanja Langsung (keadaan bulan September 2009)
* Target : - Fisik : 78,93 % * Realisasi Dana : Rp.194.596.685.550 * Sisa Dana : Rp.382.672.531.173 * Persentasi Realisasi : - Fisik : 39,78 % Deviasi : Fisik : 39,15 %
komentar
|
|