|
Gubernur Bangga Resmikan KSU Gapoktan Bakiruk
Spirit NTT Nomor 182 Tahun IV, Edisi 26 Oktober-1 November 2009
Kamis, 29 Oktober 2009 | 09:46 WITA
ATAMBUA, SPIRIT--Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Frans Lebu Raya, mengaku bangga dapat meresmikan Koperasi Serba Usaha Gabungan Kelompok Tani (KSU Gapoktan) Bakiruk, satu-satunya KSU Gapoktan di NTT, bahkan di Indonesia. Karena itu, ia bertekat untuk datang sendiri ke Desa Bakiruk, Kecamatan Malaka Tengah, untuk menunjukkan komitmen kuat mewujudnyatakan spirit Anggur Merah (anggaran untuk kesejahteraan rakyat). Gubernur mengungkapkan hal ini ketika mencanangkan KSU Gapoktan Pengembangan Usaha Agrobisnis Petani (PUAP) Propinsi NTT dan meresmikan KSU Gapoktan Bakiruk di Desa Bakiruk, Senin (19/10/2009). "Ini adalah kunjungan yang berbeda karena pemerintah ingin menunjukkan komitmen kuat untuk mewujudnyatakan spirit Anggur Merah yang berpihak kepada masyarakat," katanya. Didampingi Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez, gubernur mengingatkan petani bahwa lahan kerja petani adalah ladang, sawah dan padang-padang penggembalaan. Jadikan tempat tersebut sebagai sumber usaha untuk meningkatkan taraf hidup. Karena itu, kata dia, para petani agar setiap hari selalu datang ke ladang, sawah dan padang-padang penggembalaan. "Sebab di sanalah Anda akan menghasilkan sesuatu demi hidup yang lebih baik," katanya. Menyadari tingkat kesulitan hidup yang sangat tinggi, katanya, petani harus memiliki tekat sendiri untuk mengubah nasibnya. Caranya, yakni bekerja sekeras- kerasnya dan bekerja secara cerdas. Gubernur juga mengatakan, siapa yang menanam dengan air mata akan menuai dengan sorak sorai. Pernyataan gubernur ini terkait dengan program kerja pemerintah propinsi yang lebih berpihak kepada masyarakat kecil. Anggaran tersebut, menurut gubernur, lebih fokus di bidang pertanian, peternakan, koperasi dan bidang lain yang menyentuh kepentingan masyarakat. "Program kerja harus sinergis di semua sektor, sehingga tak terjadi tumpang tindih antara dinas teknis. Dinas pertanian mengembangkan teknik dan produksi pertanian, dinas koperasi membina dan mengembangkan kelembagaan petani menjadi koperasi," katanya. Menurut gubernur, agar tidak terjadi tumpang tindih, apapun bentuk bantuannya jangan membentuk kelompok tani yang baru, namun salurkan bantuan lewat kelompok tani yang sudah ada. Karena, katanya, bila kelompok tani yang dibentuk berbeda namun anggotanya adalah orang-orang yang sama di daerah atau di desa tersebut. "Jadi, manfaatkan dan berdayakan kelompok tani yang ada dan membuat gabungan kelompok tani," nasihat gubernur. Kegiatan ini dirangkaikan dengan penandatanganan prasasti pencanangan PUAP, pembukaan selubung papan nama KSU Gapoktan Bakiruk, pemberian bantuan pemerintah pusat sebesar Rp 20 juta, pemberian bantuan untuk gereja, masjid, sekolah dan kelompok tani. (humas pemkab belu)
Bupati Belu, Drs. Joachim Lopez, mengatakan hal ini ketika memberikan sambutannya pada acara peresmian KSU Gapoktan Bakiruk ini, Senin (19/10/2009). "KSU ini harus dikelola dengan baik untuk menjadi contoh dan cikal bakal lahirnya KSU Gapoktan yang lain di Kabupaten Belu," katanya. Selain itu, koperasi menganut sistem kerja sama sangat sesuai dengan budaya Belu yang selalu mengutamakan kekeluargaan. Untuk itulah ia mengimbau masyarakat dapat mengelolanya dengan baik, terutama dari aspek manajemen. "Kegagalan koperasi di masa lalu karena manajemen yang kurang bagus," tandas Lopez. Dia mengatakan, kebijakan umum anggaran (KUA) tahun 2010 di Belu, yakni akan lebih fokus pada kepentingan masyarakat. Setiap program kerja Pemkab Belu selalu membawa misi Anggur Merah. Ia juga mengingatkan para petani untuk tak bergantung pada raskin dan bantuan langsung tunai karena dua program ini adalah program sesaat. "Sebenarnya program ini sangat tidak mendidik petani untuk mandiri dan bermartabat," tegasnya. (humas pemkab belu)
komentar
|
|