Rakyat NTT Harus Nikmati Akses Pembangunan
Spirit NTT Nomor 181 Tahun IV, Edisi 19-25 Oktober 2009
Sabtu, 24 Oktober 2009 | 16:46 WITA

SELAMA masa kampanye yang lalu, banyak persoalan ia temui ketika mengunjungi sejumlah desa yang masuk daerah pemilihannya. Salah satu persoalan yang menuntut perhatiannya adalah kondisi jalan.

Misalnya di Amfoang, banyak jalan berlubang, aspalnya pun terkupas. Kondisi yang sama tampak di sepanjang jalur tengah jalan propinsi. Memprihatinkan!

 

Demikian Marthen Kaseh, BE, salah satu anggota DPRD periode 2009-2014 yang baru dilantik awal September lalu menuturkan pengalamannya kepada SPIRIT NTT.

Ia mengatakan, mobilitas sebagian besar masyarakat pedesaan di NTT masih terhambat. Kondisi jalan yang masih memrihatinkan itu mengakibatkan mobilitas masyarakat dari pedesaan ke kota menjadi tidak efektif. Distribusi komoditas masyarakat pedesaan menjadi terganggu.

"Sebagian besar komoditas berasal dari pedesaan. Sementara, untuk menyalurkan komoditas tersebut ke kota, masyarakat pedesaan harus melalui jalan yang rusak. Tentu, masyarakat akan mengalami kesulitan mendistribusikan komoditinya ke daerah lain, dengan kondisi jalan seperti itu,"kata Kaseh.

Menurut suami dari Dintje AY Kaseh-Sanda ini, pemerintah seharusnya tidak menutup mata terhadap kondisi jalan di seluruh NTT. Pemerintah harus memberi perhatian terhadap persoalan tersebut, sehingga masyarakat pedesaan dapat menikmati akses pembangunan dengan baik.

"Melihat kondisi itu, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami sebagai representasi dari rakyat untuk menyuarakan persoalan ini," ujar ayah dari tiga putra dan tiga putri ini.

"Bersama pemerintah, kami akan memperjuangkan upaya-upaya perbaikan selama lima tahun kami bertugas demi kepentingan masyarakat NTT," lanjutnya.
Perbaikan jalan yang berkelanjutan, kata pria kelahiran Kupang, 15 Maret 1967 ini, dapat menopang gerak berbagai program pembangunan yang dicanangkan pemerintah. Pembangunan jalan dan sejumlah infrastruktur lainnya juga dapat menggerakkan berbagai potensi yang dimiliki propinsi ini.

"Kondisi jalan yang baik dan bagus tentunya akan memperlancar mobilitas warga di desa mendistribusikan hasil pertanian dan kebunnya ke kota. Waktu mereka pun efektif, tidak akan tersita karena kondisi jalan yang rusak menuju kota. Hal itu juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan," kata wakil bendahara Inkindo NTT ini.

Pria yang aktif sebagai pengusaha jasa konsultasi ini mengatakan, selain pembangunan jalan pedesaan, sarana dan prasarana sejumlah sekolah di pedesaan juga butuh perhatian, sehingga anak-anak pedesaan dapat menikmati belajarnya dengan baik.

Perbaikan sarana itu, menurut tamatan Diploma III Teknik Sipil Universitas Nusa Cendana ini, perlu didukung oleh anggaran yang memadai. Bila anggarannya minim, kata Kaseh, pembangunan infrastruktur, baik jalan maupun sarana prasarana lainnya, tidak dapat berjalan maksimal. Untuk itu, sebagai seorang wakil rakyat, ia bertekad akan menyuarakan persoalan ini di gedung Dewan.

"Saya melihat upaya ini tidak sesederhana seperti yang kita bayangkan, melihat sejumlah kendala yang harus kita hadapi. Tapi yang pasti, saya akan berusaha mewujudkan komitmen saya sebagai wakil rakyat di DPRD untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat secara maksimal," kata anggota DPRD NTT yang terpilih menjadi bendahara Fraksi Partai Demokrat. (aa)
 

(Spirit NTT)

Share on Facebook  
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code

Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
Copyright © 2009 PERSDA NETWORK – All rights reserved  |  About Us  |  Privacy policy  |  Terms of use  |  Contact Us  |