|
Puluhan Ribu Anak NTT Belum Terakses Pendidikan
Spirit NTT Nomor 176 Tahun IV, Edisi 14-20 September 2009
Selasa, 15 September 2009 | 18:21 WITA
KUPANG, SPIRIT--Sedikitnya 32 ribu atau 13 persen anak di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga saat belum terakses pendidikan, karena keterbatasan ekonomi. "Masih sekitar 32 ribu anak yang belum terkakses pendidikan di daerah ini, termasuk yang putus sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) NTT, Thobias Uly, di Kupang, Selasa (8/9/2009). Angka partisipasi anak sekolah dalam memenuhi wajib belajar (Wajar) sembilan tahun di daerah ini, kata Uly, hanya mencapai 87 persen. Namun, ia tidak menjelaskan berapa jumlah partisipasi anak sekolah di daerah ini. Guna mengurangi angka anak yang belum terakses pendidikan, kata Uly, pemerintah telah memberikan beasiswa dan penyaluran dana Biaya Operasional Sekolah (BOS). Adapun dana BOS untuk NTT pada 2009 sebesar Rp 600 miliar dan sudah disalurkan sebesar Rp 400 miliar selama tiga triwulan ini. "Kita sudah salurkan dana BOS untuk menunjang pendidikan di sekolah-sekolah sebanyak Rp 400 miliar," katanya. Dana Bos tersebut, lanjut penjabat Bupati Sabu Raijua ini, disalurkan kepada siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tidak mampu. Selain itu, dana tersebut juga dapat digunakan oleh sekolah untuk membiayai operasional sekolah. Seperti membayar air, listrik, Alat Tulis Kantor (ATK) serta biaya yang habis pakai. Untuk 2009 ini, kata Uly, penerima dana BOS tingkat SD dan SMP mencapai satu juta anak. Dia menambahkan, program wajar sembilan tahun akan berakhir pada tahun ini, sedangkan anak yang belum terakses pendidikan masih cukup tinggi. Oleh karena itu, ia berharap agar pemerintah kabupaten/kota mempunyai inisiatif untuk melanjutkan program wajar sembilan tahun, sehingga anak-anak yang belum terakses pendidikan dapat melanjutkan studinya pada tahun-tahun mendatang. (ant)
komentar
|
|